TNI Siaga 1 atas Konflik AS-Iran, CELIOS: Sangat Tidak Diperlukan
CELIOS menanggapi penetapan status siaga 1 oleh Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dalam menyikapi konflik Iran dengan AS dan Israel.
Penulis:
Muhamad Deni Setiawan
Editor:
Suci BangunDS
Ringkasan Berita:
- Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menetapkan status siaga 1 dalam menyikapi konflik Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
- CELIOS menilai, langkah yang ditempuh oleh TNI ini sebenarnya sangat tidak diperlukan.
- Pasalnya, konflik yang terjadi di Timur Tengah itu tidak tiba-tiba melebar ke Indonesia dalam konteks militer.
TRIBUNNEWS.COM - Direktur Desk Indonesia, Timur Tengah, dan Afrika Utara CELIOS, Muhammad Zulfikar Rakhmat, menanggapi penetapan status siaga 1 oleh Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dalam menyikapi konflik Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Zulfikar menilai, langkah yang ditempuh oleh TNI ini sebenarnya sangat tidak diperlukan.
Pasalnya, konflik yang terjadi di Timur Tengah itu tidak tiba-tiba melebar ke Indonesia dalam konteks militer.
"Jadi untuk kemudian ada siaga 1 ini menurut saya sangat-sangat too much (berlebihan), sangat-sangat tidak diperlukan," ujarnya dalam program Overview yang tayang di YouTube Tribunnews, Rabu (11/3/2026).
Ia menilai, pemerintah seharusnya melakukan antisipasi dampak ekonomi akibat perang antara AS-Israel vs Iran tersebut.
"Menurut saya, yang pemerintah perlu lakukan sekarang adalah mengantisipasi dampak ekonomi yang pasti dan langsung akan berdampak ke Indonesia dan apalagi ke pemerintah Indonesia," tuturnya.
Menhan Minta Warga Tak Khawatir
Sementara itu, Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin mengimbau masyarakat supaya tidak perlu khawatir usai Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menetapkan status siaga satu bagi seluruh jajaran TNI.
“Masyarakat tidak perlu khawatir,” ucap Sjafrie saat ditemui di Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2026).
Ia menyebut, istilah siaga 1 yang ditetapkan Panglima TNI adalah istilah prajurit, tetapi tidak sedikit orang justru menafsirkannya dengan bahasa politik.
Menurutnya, siaga 1 artinya prajurit mesti terus memantau perkembangan situasi, baik di tingkat global, nasional, maupun regional.
“Jadi kesiapan yang dilakukan dari kita itu tidak ada pengaruhnya secara geopolitik. Tidak ada pengaruhnya terhadap geoekonomi,” jelasnya.
Baca juga: Mahfud MD Sebut Tak Pernah Siaga 1 Ditetapkan Meskipun Terjadi Demo Besar-besaran
Sjafrie menjelaskan, kesiagaan prajurit TNI tersebut adalah bagian dari geostrategi pertahanan negara.
“Justru sebetulnya yang dibutuhkan masyarakat itu adalah aman dan nyaman. Nah itulah tugas kami secara nasional untuk mengatur kebijakan nasional, dan Panglima TNI untuk mengatur operasional."
“Jadi kesiagaan ini adalah untuk meyakinkan rakyat bahwa republik dalam keadaan aman dan tentunya harus nyaman dari segi sandang, pangan, dan papan,” pungkasnya.
Perintah Status Siaga 1
Sebelumnya, beredar salinan dokumen telegram bersifat rahasia yang memuat perintah status siaga 1 terhadap jajaran TNI di kalangan awak media pada Sabtu (7/3/2026) sore.