Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
2 - 1
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Serangan Drone Hezbollah Jebol Iron Beam, Bongkar Kelemahan Sistem Perisai Laser Israel

Drone Hezbollah dilaporkan berhasil menembus wilayah udara di perbatasan utara Israel yang dijaga sistem pertahanan energi terarah Iron Beam.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Serangan Drone Hezbollah Jebol Iron Beam, Bongkar Kelemahan Sistem Perisai Laser Israel
HO/IST
DIJEBOL - Sistem pertahanan energi terarah Iron Beam milik Israel kini menghadapi ujian kredibilitas operasional besar pertamanya setelah drone UAV yang diluncurkan Hezbollah berulang kali menembus wilayah udara Israel di sepanjang perbatasan utara yang tegang. 
Memuat video…

Namun pernyataan Kochav menunjukkan bahwa fase penempatan operasional kini memaksa perencana pertahanan Israel dan masyarakat luas untuk menyesuaikan kembali harapan mereka terhadap seberapa cepat teknologi laser dapat mengubah dinamika medan perang.

Teknologi Drone Maju Lebih Cepat daripada Pertahanan

Salah satu kekhawatiran utama dari evaluasi medan perang terbaru adalah bahwa teknologi unmanned aerial vehicle (UAV) yang digunakan lawan berkembang lebih cepat dibanding sistem pertahanan anti-drone yang bisa diterapkan atau diadaptasi sepenuhnya. 

Penggunaan drone oleh Hezbollah mencerminkan penyebaran teknologi yang lebih luas di konflik regional, di mana UAV murah kini semakin canggih dalam jangkauan, akurasi navigasi, dan kapasitas muatan. 

Siklus inovasi cepat ini menciptakan ancaman yang terus berubah dan menantang pola pengadaan militer tradisional yang biasanya diukur dalam hitungan tahun, bukan bulan.

Kemampuan lawan meluncurkan varian drone baru lebih cepat daripada sistem pertahanan yang bisa dipasang membuat perhitungan strategis negara semakin rumit. 

Dalam kasus Iron Beam, teknologinya mungkin mampu mencegat jenis drone tertentu, tetapi tantangan operasionalnya adalah memastikan kepadatan sistem cukup untuk menghadapi ancaman serentak.

Rekomendasi Untuk Anda

Sistem energi terarah bekerja secara berurutan, bukan simultan, sehingga kawanan drone besar bisa saja mengalahkan satu unit laser dengan menghadirkan lebih banyak target daripada yang bisa ditangani cepat. 

Keterbatasan ini menjadi faktor teknis penting dalam menilai kelayakan senjata laser untuk menghadapi skenario kawanan besar.

Secara strategis, lawan yang memahami keterbatasan ini bisa sengaja memakai taktik kawanan untuk membanjiri sistem pertahanan dengan jumlah besar. 

Persaingan antara inovasi drone dan teknologi anti-drone kini menjadi ciri utama perang modern di berbagai kawasan, termasuk Timur Tengah.

 

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 3/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas