Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
2 - 1
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Hacker Iran Bikin Geger, Ancam Serang Piala Dunia 2026 usai Klaim Retas Drone FBI

Hacker Iran bikin geger! Klaim retas drone FBI dan ancam serang Piala Dunia 2026. AS kini perketat keamanan siber dan zona anti-drone.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Memuat video…

Ringkasan Berita:
  • Hacker Handala yang dikaitkan dengan Iran mengancam akan menyerang FIFA World Cup usai mengklaim berhasil meretas drone FBI dan mengakses data pengawasan antiterorisme AS.
  • Ancaman itu memicu kekhawatiran global karena Handala menyebut drone FPV dapat digunakan untuk menyerang target di sekitar turnamen, termasuk bus tim peserta Piala Dunia.
  • Meski sebagian klaim peretasan diragukan, pemerintah AS tetap memperketat keamanan Piala Dunia 2026 dengan zona larangan drone dan pengawasan siber ketat.

TRIBUNNEWS.COM - Kelompok peretas yang dikaitkan dengan Iran mengancam akan melancarkan serangan siber terhadap ajang FIFA World Cup 2026 yang mulai digelar pekan ini di Amerika Serikat.

Ancaman tersebut langsung memicu kekhawatiran internasional terkait keamanan digital dan potensi gangguan terhadap salah satu turnamen olahraga terbesar di dunia.

Laporan mengenai ancaman pertama kali diungkap oleh SITE Intelligence Group, organisasi yang selama ini memantau aktivitas kelompok jihadis dan ancaman digital global.

Dalam laporannya, SITE menyebut kelompok hacker bernama Handala mengklaim telah meretas sistem drone milik FBI dan memperoleh akses terhadap berbagai data pengawasan.

Kelompok tersebut mengaku telah memantau rekaman dari drone FBI selama berbulan-bulan, termasuk data yang disebut berkaitan dengan sistem pengenalan wajah dan pemindaian plat nomor kendaraan yang digunakan dalam operasi antiterorisme di Amerika Serikat.

Tak hanya mengklaim berhasil membobol sistem pengawasan, kelompok itu juga melontarkan ancaman langsung terhadap keamanan Piala Dunia.

Rekomendasi Untuk Anda

Dalam pernyataan yang dikutip The Straits Times, Handala meminta pihak keamanan memperketat pengamanan turnamen Piala Dunia 2026 yang akan digelar di 16 kota di tiga negara Amerika Utara, karena mereka mengaku tidak menyukai beberapa tim peserta.

“Sebaiknya perketat keamanan Piala Dunia Anda. Kami sama sekali tidak menyukai beberapa tim tersebut,” tulis kelompok itu.

Lebih lanjut, mereka juga mengancam bahwa drone FPV atau first-person view dapat muncul di mana saja dan bahkan menyinggung kemungkinan serangan terhadap bus tim peserta turnamen.

Ancaman tersebut menjadi perhatian serius karena pemerintah Amerika Serikat memang tengah memperketat sistem keamanan Piala Dunia 2026.

Baca juga: Isi Kesepakatan Damai AS-Iran yang Diklaim Trump, Sanksi Minyak Teheran Dicabut?

Klaim Hacker Dipertanyakan

Meski ancaman tersebut menimbulkan kekhawatiran, SITE Intelligence Group menyebut sebagian klaim Handala masih diragukan.

SITE mengungkap bahwa salah satu video yang diklaim sebagai hasil peretasan drone FBI ternyata merupakan materi promosi teknologi yang diproduksi sebuah platform perangkat lunak pada Desember 2024.

Video tersebut sebelumnya digunakan untuk menunjukkan bagaimana teknologi drone dipakai oleh kepolisian AS dalam survei kerusakan tornado, bukan hasil pembobolan sistem keamanan FBI.

Namun demikian, aparat keamanan AS tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat kelompok tersebut sebelumnya juga pernah mengklaim meretas akun email pejabat tinggi FBI.

Otoritas AS diketahui telah menerapkan zona larangan drone di sekitar stadion, pusat keramaian suporter, dan area fan zone guna mengantisipasi ancaman udara maupun potensi sabotase teknologi selama kompetisi berlangsung.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas