Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
1 - 1
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
VS
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Hacker Iran Bikin Geger, Ancam Serang Piala Dunia 2026 usai Klaim Retas Drone FBI

Hacker Iran bikin geger! Klaim retas drone FBI dan ancam serang Piala Dunia 2026. AS kini perketat keamanan siber dan zona anti-drone.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Memuat video…

Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari sistem keamanan berlapis guna mencegah ancaman udara maupun potensi serangan siber selama kompetisi berlangsung.

Departemen Kehakiman AS juga sebelumnya telah memperingatkan kemungkinan meningkatnya serangan siber dari kelompok yang terkait Iran setelah memanasnya konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran dalam beberapa bulan terakhir.

Ancaman Siber Jadi Tantangan Baru Event Global

Ancaman yang dilontarkan kelompok hacker Handala ini bukan kali pertama menjadi perhatian aparat keamanan Amerika Serikat.

Sebelumnya, pada Maret lalu, kelompok yang dikaitkan dengan Iran tersebut juga mengklaim berhasil meretas akun email Direktur FBI, Kash Patel.

Dalam aksinya saat itu, Handala disebut menyebarkan sejumlah foto pribadi dan dokumen lain ke internet. Kasus tersebut sempat menghebohkan publik Amerika Serikat dan memicu investigasi lebih lanjut terkait aktivitas siber kelompok tersebut.

Sejak saat itu, pemerintah AS terus meningkatkan upaya pencarian terhadap anggota jaringan Handala.

Bahkan, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat menawarkan hadiah hingga 10 juta dolar AS bagi siapa saja yang dapat memberikan informasi untuk membantu mengidentifikasi maupun menangkap anggota kelompok hacker tersebut.

Rekomendasi Untuk Anda

Kasus ini kembali menunjukkan bahwa ancaman terhadap event internasional kini tidak lagi hanya berasal dari serangan fisik, tetapi juga dari perang siber dan perkembangan teknologi digital modern.

Penggunaan drone, sistem pengawasan berbasis kecerdasan buatan atau AI, hingga ancaman peretasan kini menjadi tantangan baru dalam sistem keamanan global.

Situasi tersebut menjadi perhatian serius menjelang berlangsungnya FIFA World Cup di Amerika Serikat.

Aparat keamanan internasional kini menghadapi tekanan besar untuk memastikan turnamen olahraga terbesar dunia itu dapat berlangsung aman di tengah meningkatnya ancaman serangan siber, sabotase digital, dan ketegangan geopolitik global yang terus memanas.

(Tribunnews.com / Namira)

Sesuai Minatmu
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas