Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Drone Iran Hancurkan Sistem Pertahanan Terakhir C-RAM Amerika di Baghdad, Radar Jadi Target Pertama

Drone Iran menembus kawasan Green Zone Baghdad dan menghantam kompleks Kedutaan Besar Amerika Serikat pada 14 Maret 2026. 

Tayang:
Diperbarui:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Drone Iran Hancurkan Sistem Pertahanan Terakhir C-RAM Amerika di Baghdad, Radar Jadi Target Pertama
HO/IST
HANCUR - Radar Saab Giraffe 1X, yang digunakan untuk pertahanan udara C-RAM, telah hancur. Gambar baru dari atap Kedutaan Besar AS di Baghdad setelah serangan drone kemarin. Foto diambil dari postingan akun @politicsahead di X. 

Ringkasan Berita:
  • Serangan drone presisi menghantam kompleks Kedutaan Besar Amerika Serikat di kawasan Green Zone Baghdad pada 14 Maret 2026. 
  • Serangan ini merusak radar dan sistem satelit C-RAM, yang merupakan lini pertahanan terakhir terhadap ancaman udara jarak dekat.
  • Radar C-RAM menjadi target utama, sehingga sistem pertahanan kehilangan kemampuan mendeteksi ancaman dan membuat kompleks kedutaan terbuka terhadap serangan susulan.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Serangan drone presisi buatan Iran menembus kawasan Green Zone Baghdad dan menghantam kompleks Kedutaan Besar Amerika Serikat pada 14 Maret 2026. 

Serangan ini menghancurkan radar dan sistem satelit C-RAM, menandai eskalasi baru dalam perang proksi yang dikaitkan dengan Iran, sekaligus memperlihatkan kerentanan postur pertahanan AS di kawasan.

Laporan awal menunjukkan bahwa serangan dilakukan menggunakan drone bunuh diri atau sistem kombinasi drone-roket yang melampaui lapisan langkah-langkah keamanan tanpa memicu tembakan pertahanan. 

Ini mengindikasikan adanya upaya penekanan sengaja atau netralisasi dini terhadap jaringan deteksi Counter-Rocket, Artillery, and Mortar (C-RAM) milik kedutaan sebelum benturan terjadi.

Analis keamanan mencatat bahwa sistem C-RAM merupakan lini pertahanan terakhir terhadap ancaman udara jarak pendek, yang berarti netralisasinya secara drastis meningkatkan probabilitas keberhasilan serangan meskipun keseluruhan kompleks secara struktural tetap utuh.

Insiden ini secara luas dinilai oleh sumber keamanan regional konsisten dengan pola operasional yang digunakan oleh milisi terkait Iran di Irak. 

Rekomendasi Untuk Anda

Hal ini memperkuat peran serangan proksi yang kian berkembang sebagai alat pemberi sinyal strategis dalam konfrontasi lebih luas.

Radar C-RAM Jadi Target Utama

Dikutip dari situs Asia Defence Security, sumber keamanan menyebutkan bahwa radar C-RAM langsung dihantam pada fase awal serangan. 

Karena sistem ini sangat bergantung pada radar untuk melacak ancaman, hancurnya sensor tersebut membuat seluruh baterai pertahanan tidak berfungsi. 

Akibatnya, kompleks kedutaan menjadi terbuka tanpa perlindungan terhadap serangan susulan.

Tiga poin penting dari taktik yang dilakukan Iran dan Proksinya

  • Tanpa Peringatan: Tidak ada sirene atau tembakan pencegatan yang terdengar, menandakan sistem pertahanan sudah lumpuh sejak awal.
  • Intelijen Akurat: Penargetan radar (bukan pagar luar) menunjukkan penyerang memiliki informasi detail mengenai tata letak pertahanan kedutaan.
  • Efisiensi Biaya: Menggunakan drone murah untuk "membutakan" pertahanan fasilitas bernilai tinggi yang dijaga ketat.

Kerusakan Helipad dan Komunikasi

Selain radar, serangan juga menghantam helipad di dalam kompleks. Video yang beredar menunjukkan asap hitam membumbung dari area pendaratan. Helipad ini adalah jalur logistik penting untuk mengevakuasi personel diplomatik dan memindahkan logistik sensitif.

Sistem komunikasi satelit untuk transmisi data rahasia juga dilaporkan hancur. Penghancuran ini bertujuan memutus koordinasi antara kedutaan dengan komando regional serta pengambil keputusan di Washington, yang dapat mengakibatkan hilangnya kesadaran situasional dalam kondisi darurat.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas