Perusahaan Jepang dan Indonesia Buka Lembaga Pelatihan, Cetak Sopir Profesional
Sakai Academy hadir di Indonesia, latih sopir logistik siap kerja ke Jepang dengan standar keselamatan & budaya kerja Jepang
Editor:
Eko Sutriyanto
DMI (lembaga pendidikan) akan menyediakan pelatihan bahasa Jepang, persiapan ujian tokutei ginou, pelatihan mengemudi, dan keterampilan kerja
Sedangkan Minori (lembaga pengirim) akan mengurus rekrutmen, seleksi, prosedur kerja luar negeri, serta dukungan setelah masuk Jepang.
Baca juga: 18 Negara Bahas Stabilitas Energi di Tokyo, Jepang dan Indonesia Gelar Pertemuan Bilateral
Target dan Rencana ke Depan
Sakai Academy dijadwalkan mulai beroperasi pada Juni 2026, dengan program pelatihan intensif selama 1 bulan di Indonesia.
Sebelumnya, melalui skema lama, 41 pekerja Indonesia sudah bekerja di Jepang sejak September 2025.
Ke depannya Sakai menargetkan akan merekrut sekitar 60 orang per tahun. Mencapai 300 sopir asing dalam 5 tahun ke depan.
Presiden Direktur Sakai Moving Center, Tetsuyasu Tajima, menyatakan bahwa perusahaannya tidak hanya fokus pada perolehan SIM, tetapi juga memastikan standar keselamatan dan pelayanan tinggi bagi pelanggan Jepang.
Sedangkan Presiden Direktur Daisan, Taketoshi Fujita, menambahkan bahwa kolaborasi ini akan menciptakan sistem pendidikan terpadu yang mencakup teknik kerja, kualitas layanan, dan sikap profesional.
Kontribusi bagi Jepang dan Indonesia
Program ini diharapkan dapat mengurangi kekurangan tenaga kerja di Jepang sekaligus dapat meningkatkan kualitas layanan logistik
Demikian pula akan memberikan peluang kerja yang aman dan berkelanjutan bagi tenaga kerja Indonesia.
Dengan kerja sama ini, Jepang dan Indonesia semakin memperkuat hubungan di bidang pengembangan sumber daya manusia internasional, sekaligus menciptakan model baru dalam pelatihan tenaga kerja global.
Diskusi Loker di Jepang dilakukan Pencinta Jepang gratis bergabung. Kirimkan nama alamat dan nomor whatsapp ke email: tkyjepang@gmail.com
Baca tanpa iklan