Profil Gholamreza Soleimani, Komandan Basij Iran yang Tewas dalam Serangan AS–Israel
Brigadir Jenderal Gholamreza Soleimani, kepala pasukan Basij Iran, tewas dalam serangan Amerika Serikat dan Israel.
Penulis:
Tiara Shelavie
Editor:
Endra Kurniawan
Ringkasan Berita:
- Brigadir Jenderal Gholamreza Soleimani, kepala pasukan Basij Iran, tewas dalam serangan Amerika Serikat dan Israel.
- Ia adalah veteran Perang Iran–Irak yang kemudian memimpin Basij sejak 2019 atas penunjukan Ali Khamenei.
- Pasukan di bawah komandonya berperan besar dalam menekan protes domestik dan membuatnya dikenai sanksi oleh negara-negara Barat.
TRIBUNNEWS.COM - Brigadir Jenderal Gholamreza Soleimani, kepala pasukan paramiliter Basij Iran, tewas dalam serangan AS–Israel.
Dalam pernyataan yang dibagikan oleh kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, pada Selasa (17/3/2026), Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengatakan bahwa pria berusia 62 tahun itu tewas dalam serangan Amerika Serikat dan Israel.
Mengutip Al Jazeera, Soleimani adalah komandan pasukan keamanan internal terkuat di negara itu selama enam tahun terakhir.
Ia juga merupakan veteran Perang Iran–Irak yang pernah bertempur di garis depan.
Iran juga mengonfirmasi pada Rabu (18/3/2026) pagi bahwa Ali Larijani, sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, telah tewas.
Dengan meningkatnya penargetan pasukan AS dan Israel terhadap Basij serta aparat militer lainnya, Soleimani muncul sebagai tokoh sentral dalam perang yang telah menewaskan sejumlah tokoh politik dan militer terkemuka Iran.
Sepak Terjang Soleimani
Gholamreza Soleimani lahir pada tahun 1964 di kota Farsan, Provinsi Chaharmahal dan Bakhtiari.
Karier militernya ditempa di parit-parit Perang Iran–Irak pada 1980–1988.
Meski memiliki nama belakang yang sama, Gholamreza tidak memiliki hubungan keluarga dengan Qassem Soleimani, mendiang komandan Pasukan Quds, sayap elit rahasia Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), yang tewas dalam serangan pesawat tak berawak AS di Baghdad pada tahun 2020.
Pada musim semi 1981, Gholamreza Soleimani dikerahkan ke garis depan Shush di perbatasan Irak sebagai sukarelawan remaja.
Selama konflik delapan tahun yang melelahkan itu, ia berpartisipasi dalam beberapa serangan besar, termasuk Operasi Tariq al-Qods, Fath ol-Mobin, dan Beit ol-Moqaddas. Ia bertugas sebagai pejuang sekaligus komandan batalion.
Baca juga: Profil Ali Larijani, Filsuf dan Arsitek Keamanan Iran yang Gugur dalam Serangan Israel
Ia bergabung dengan IRGC pada tahun 1982.
Setelah perang berakhir, Soleimani memegang berbagai komando regional tingkat tinggi.
Perannya yang paling menonjol dimulai pada tahun 2006 ketika ia mengambil alih komando Korps Saheb al-Zaman di Provinsi Isfahan.
Ia menjadi komandan pertama yang secara bersamaan mengawasi pasukan Basij lokal dan unit tempur resmi IRGC.
Baca tanpa iklan