Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Kematian Seorang Buruh di Pakistan Jadi Sorotan, Keluarga Ragukan Bunuh Diri

Kematian seorang buruh asal Pakistan, Marqas Masih (22), memicu reaksi keras dari para kelompok hak asasi manusia.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Wahyu Aji
zoom-in Kematian Seorang Buruh di Pakistan Jadi Sorotan, Keluarga Ragukan Bunuh Diri
HO/IST
Mayat pemuda berusia 22 tahun Marqas Masih ditemukan di sebuah rumah pertanian di Sargodha, Pakistan. Kematian Marqas Masih, memicu reaksi keras dari para kelompok hak asasi manusia. 

Ringkasan Berita:
  • Marqas Masih (22), buruh asal Pakistan, ditemukan tewas tergantung di Sargodha, namun keluarga dan komunitas meragukan klaim bunuh diri karena adanya luka-luka pada tubuh korban.
  • Temuan keluarga memicu aksi protes warga hingga pemblokiran jalan. 
  • Setelah itu, autopsi dilakukan dan mengungkap adanya luka serta tanda gantung diri, sementara dua orang termasuk pemilik lahan telah ditangkap.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kematian seorang buruh asal Pakistan, Marqas Masih (22), memicu reaksi keras dari para pemimpin Gereja Katolik serta kelompok hak asasi manusia, baik di dalam maupun luar negeri.

Dikutip dari Bitter Winter, Rabu (18/3/2026), sejumlah pemimpin gereja, aktivis, dan anggota komunitas Kristen Pakistan meragukan klaim awal bahwa Masih meninggal akibat bunuh diri.

Mereka mendesak dilakukannya penyelidikan menyeluruh atas kasus tersebut.

Masih ditemukan tewas dalam kondisi tergantung di sebuah bangunan pertanian di wilayah Sargodha pada 2 Maret 2026.

Pihak keluarga awalnya diberi tahu bahwa korban meninggal karena bunuh diri.

Rekomendasi Untuk Anda

Namun, keraguan muncul ketika keluarga menerima jenazah dan menemukan sejumlah luka yang dinilai tidak sesuai dengan dugaan bunuh diri.

Temuan keluarga dan protes warga

Kerabat korban melaporkan adanya memar, luka sayat, serta tanda-tanda lain pada tubuh Masih.

Temuan tersebut memperkuat dugaan bahwa kematiannya tidak wajar.

Kekhawatiran keluarga semakin meningkat saat mereka mempersiapkan jenazah untuk dimakamkan.

Minimnya respons awal dari aparat penegak hukum memicu aksi protes spontan dari komunitas  setempat.

Lebih dari seratus orang dilaporkan memblokir jalan utama menuju Sargodha sambil membawa jenazah korban sebagai bentuk tuntutan keadilan.

Setelah aksi tersebut, pihak berwenang akhirnya memerintahkan dilakukannya autopsi.

Hasil autopsi mengonfirmasi adanya sejumlah luka pada tubuh korban, sekaligus menemukan tanda-tanda gantung diri.

Aparat kemudian menangkap pemilik pertanian serta satu orang lain yang berada di lokasi kejadian.

Desakan penyelidikan menyeluruh

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas