Kapal Induk AS USS Gerald R. Ford Terbakar, Terpaksa Ditarik dari Medan Tempur Iran
USS Gerald R. Ford terbakar di tengah konflik Iran, 200 kru terdampak, kapal ditarik dari medan tempur, ancaman IRGC makin memperkeruh situasi kawasan
Penulis:
Namira Yunia Lestanti
Editor:
Febri Prasetyo
Ringkasan Berita:
- USS Gerald R. Ford ditarik dari medan tempur Iran setelah kebakaran hebat di Laut Merah saat menjalankan misi militer.
- Sekitar 200 kru mengalami gangguan akibat asap, satu dievakuasi, dan sejumlah fasilitas kapal rusak meski mesin utama tetap berfungsi.
- Penarikan kapal mengurangi tekanan militer, namun AS masih mengandalkan armada lain untuk menjaga operasi terhadap Iran.
TRIBUNNEWS.COM - Kapal induk terbesar milik Amerika Serikat (AS), USS Gerald R. Ford, ditarik sementara dari operasi militer AS dalam konflik dengan Iran yang telah berlangsung selama 18 hari.
Menurut laporan pejabat AS, penarikan dilakukan lantaran kapal induk tersebut mengalami insiden kebakaran hebat.
Peristiwa ini bermula saat kapal induk tersebut tengah menjalankan misi di kawasan Laut Merah sebagai bagian dari kekuatan utama armada AS.
Kebakaran dilaporkan muncul di area binatu utama kapal, salah satu fasilitas internal yang digunakan untuk kebutuhan logistik awak.
Api dengan cepat membesar dan membutuhkan waktu berjam-jam untuk dapat dipadamkan oleh tim darurat di dalam kapal. Selama proses tersebut, ratusan awak terpapar asap tebal yang menyebar ke sejumlah bagian kapal.
Akibat insiden itu, sekitar 200 pelaut dilaporkan mengalami gangguan kesehatan akibat menghirup asap, sementara satu personel harus dievakuasi keluar kapal untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Selain itu, kerusakan juga terjadi pada sejumlah fasilitas di dalam kapal, termasuk sekitar 100 tempat tidur yang tidak dapat digunakan.
Setelah api berhasil dikendalikan, pihak militer AS melakukan evaluasi awal terhadap kondisi kapal.
Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa sistem penggerak utama tidak mengalami kerusakan sehingga kapal masih dinyatakan mampu beroperasi.
Namun, karena mempertimbangkan dampak kebakaran terhadap awak dan fasilitas, komando militer memutuskan untuk menarik sementara kapal dari garis depan operasi.
Kapal induk tersebut kemudian diarahkan untuk meninggalkan area konflik dan berlabuh di Teluk Souda, Pulau Kreta, Yunani, guna menjalani pemeriksaan lanjutan serta pemulihan kondisi awak.
Keputusan ini juga dipengaruhi oleh lamanya masa penugasan kapal yang telah berlangsung sekitar sembilan bulan, yang dinilai berpotensi mempengaruhi kesiapan operasional.
Penarikan USS Gerald R. Ford dari medan operasi menjadi sorotan karena kapal ini merupakan salah satu aset militer paling modern dan menjadi tulang punggung kekuatan laut AS di kawasan.
Insiden tersebut menambah tantangan bagi AS di tengah konflik yang belum menunjukkan tanda mereda, sekaligus memunculkan pertanyaan mengenai kesiapan armada dalam menghadapi eskalasi yang semakin kompleks.
IRGC Incar USS Gerald R. Ford
Sebelumnya kapal induk AS ini sempat menjadi target Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran. Bahkan, IRGC mengeluarkan peringatan tegas terhadap semua pusat logistik dan layanan yang mendukung Gerald R. Ford di Laut Merah.
Baca tanpa iklan