Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Panik Balon Mata-Mata China, Militer AS Tembak Balon Pramuka Pakai Rudal Rp 8,1 M

Objek terbang yang ditembak jatuh militer Amerika Serikat pada Februari 2023 ternyata diduga merupakan balon penelitian milik kelompok Pramuka

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Panik Balon Mata-Mata China, Militer AS Tembak Balon Pramuka Pakai Rudal Rp 8,1 M
HO/IST/Tangkap Layar/Khaberni
LANDING DI KAPAL - Tangkap layar Khaberni, Kamis (18/2/2026) yang menunjukkan proses pendaratan jet tempur AS di atas kapal induk mereka. 

Panik Balon Mata-Mata China, Militer AS Tembak Balon Pramuka Pakai Rudal Rp 8,1 M

Ringkasan Berita:
  • Mantan pejabat Pentagon mengklaim militer AS menembak balon milik kelompok Pramuka pada Februari 2023.
  • Balon tersebut dihancurkan menggunakan rudal AIM-9 Sidewinder senilai sekitar Rp8,1 miliar.
  • Insiden terjadi di tengah kepanikan AS terhadap dugaan program "balon mata-mata" milik China.

 

TRIBUNNEWS.COM - Amerika Serikat (AS) menunjukkan sikap waspada tingkat tingginya terhadap ancaman mata-mata China.

Begitu ketakutannya, sampai-sampai militer AS meluncurkan rudal mahal untuk melumpuhkan sebuah balon yang digunakan dalam kegiataan kepramukaan.

Hal itu terungkap dari keterangan mantan pejabat Pentagon yang menyatakan sebuah objek terbang yang ditembak jatuh militer Amerika Serikat pada Februari 2023 ternyata diduga merupakan balon penelitian milik kelompok Pramuka, bukan ancaman keamanan seperti yang semula dikhawatirkan.

Baca juga: Media AS: Jet Tempur F-15 Amerika Ditembak Jatuh Iran Pakai Rudal Panggul Buatan China

Informasi tersebut dilaporkan New York Post dengan mengutip sejumlah mantan pejabat Departemen Pertahanan AS.

Insiden itu terjadi ketika Washington sedang meningkatkan kewaspadaan menyusul kontroversi balon yang dituduh sebagai alat mata-mata China.

Rekomendasi Untuk Anda

Pada 12 Februari 2023, Angkatan Udara AS mengerahkan jet tempur F-16 untuk mencegat sebuah objek tak dikenal yang terdeteksi di atas Danau Huron, dekat perbatasan Amerika Serikat dan Kanada.

Objek tersebut kemudian dihancurkan menggunakan rudal udara-ke-udara AIM-9 Sidewinder yang bernilai sekitar 500.000 dolar AS atau sekitar Rp 8,1 miliar (kurs Rp16.200 per dolar AS).

Peristiwa tersebut kembali menjadi perhatian setelah Departemen Pertahanan AS merilis rekaman kokpit pilot yang telah dideklasifikasi sebagai bagian dari publikasi dokumen terkait fenomena udara tak dikenal atau UFO.

Tim Phillips, mantan direktur sementara All-Domain Anomaly Resolution Office (AARO), mengatakan suasana saat itu dipenuhi kekhawatiran setelah kasus balon China yang menghebohkan publik AS.

"Setelah kontroversi balon China, Departemen Pertahanan menembaki hampir setiap objek udara tak dikenal yang terdeteksi," kata Phillips kepada New York Post.

Diduga Balon Penelitian Pramuka

Mantan kepala AARO, Sean Kirkpatrick, mengklaim bahwa objek yang ditembak di Danau Huron sebenarnya adalah balon milik kelompok Pramuka yang digunakan untuk proyek penelitian.

Menurut Kirkpatrick, balon tersebut telah mengelilingi dunia sebanyak delapan kali sebelum akhirnya ditembak jatuh.

"Balon itu sudah mengitari dunia delapan kali sebelum kami menghancurkannya dengan rudal senilai setengah juta dolar AS," ujarnya.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas