Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

AS Kembangkan Pesawat Eksperimental Baru seperti Helikopter, Landasan Pacu Tidak Lagi Diperlukan

DARPA mengembangkan pesawat eksperimental SPRINT X-76 yang dapat terbang cepat tanpa membutuhkan landasan pacu.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Febri Prasetyo
zoom-in AS Kembangkan Pesawat Eksperimental Baru seperti Helikopter, Landasan Pacu Tidak Lagi Diperlukan
DARPA
PESAWAT EKSPERIMENTAL AS - Gambar render yang dirilis DARPA, menampilkan pesawat prototipe SPRINT X-76. Pesawat ini dirancang menggabungkan kecepatan jet dengan fleksibilitas helikopter untuk operasi militer modern. 

Ringkasan Berita:
  • DARPA mengembangkan pesawat eksperimental SPRINT X-76 yang dapat terbang cepat tanpa membutuhkan landasan pacu.
  • Pesawat ini dirancang menggabungkan kecepatan jet dengan fleksibilitas helikopter untuk operasi militer modern
  • Proyek ini melanjutkan peran besar DARPA dalam menciptakan teknologi canggih, termasuk pesawat siluman dan inovasi vaksin.

TRIBUNNEWS.COM - Badan Proyek Penelitian Lanjutan Pertahanan (DARPA), lembaga penelitian dan pengembangan di bawah Departemen Pertahanan AS, telah lama menjadi sumber berbagai pesawat paling inovatif di dunia, dan proyek terbarunya melanjutkan tren tersebut.

Pada 9 Maret 2026, DARPA secara resmi meluncurkan SPRINT X-76, sebuah demonstrator teknologi (proof of concept) yang bertujuan menghadirkan pesawat militer berkecepatan tinggi tanpa memerlukan landasan pacu.

DARPA mengembangkan konsep ini dengan mempertimbangkan bahwa salah satu tantangan terbesar di medan tempur adalah menyeimbangkan kebutuhan akan kecepatan tinggi dengan fleksibilitas mobilitas seperti helikopter.

SPRINT merupakan singkatan dari Speed and Runway Independent Technologies, yang berfokus pada pengembangan pesawat dengan kecepatan jet namun mampu lepas landas dan mendarat seperti helikopter.

Meski DARPA baru menampilkan X-76 dalam bentuk render artistik, pesawat ini sudah memasuki tahap pembangunan.

Perusahaan Bell Textron Inc. telah memulai pembangunan prototipe setelah berhasil melewati tahap Critical Design Review, yang memungkinkan penetapan resmi sebagai pesawat X.

Rekomendasi Untuk Anda

Pesawat X adalah istilah untuk pesawat eksperimental (uji coba) yang dikembangkan Amerika Serikat.

SPRINT merupakan program kolaborasi antara DARPA dan Komando Operasi Khusus AS (USSOCOM), yang bertujuan mengatasi kompromi klasik antara kecepatan pesawat sayap tetap dan fleksibilitas platform lepas landas serta pendaratan vertikal.

DARPA menyebut ini sebagai salah satu kompromi tertua dalam dunia penerbangan.

Meskipun telah ada pesawat VTOL dan kendaraan hibrida seperti V-22, X-76 dirancang untuk melampaui kemampuan tersebut dan mendorong batas baru penerbangan militer.

PESAWAT EKSPERIMENTAL AS - Gambar render yang dirilis DARPA, menampilkan pesawat prototipe SPRINT X-76. Pesawat ini dirancang menggabungkan kecepatan jet dengan fleksibilitas helikopter untuk operasi militer modern.
PESAWAT EKSPERIMENTAL AS - Gambar render yang dirilis DARPA, menampilkan pesawat prototipe SPRINT X-76. Pesawat ini dirancang menggabungkan kecepatan jet dengan fleksibilitas helikopter untuk operasi militer modern. (DARPA)

Progress SPRINT X-76

Bell saat ini melanjutkan pembuatan serta pengujian darat demonstrator X-76, meskipun pengembangan penuh masih akan memakan waktu.

Jika terbukti efektif, pesawat ini berpotensi diakuisisi oleh Departemen Pertahanan AS.

Baca juga: Pesawat Tempur F-15E Amerika Jatuh di Kuwait: Kecelakaan, Friendly Fire, atau Ditembak Iran?

Namun, proses tersebut membutuhkan waktu dan biaya besar, sehingga belum dapat dipastikan kapan X-76 akan resmi masuk ke dalam inventaris militer.

Terlepas dari itu, data yang dirilis DARPA dan Bell menunjukkan bahwa X-76 berpotensi menjadi force multiplier signifikan bagi USSOCOM.

Pesawat ini ditargetkan memiliki kemampuan:

  • Kecepatan jelajah 460 mph atau lebih
  • Mampu melayang penuh dalam lingkungan ekstrem
  • Beroperasi dari permukaan yang tidak stabil
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas