Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Perang Iran Hari ke-22: AS Pertimbangkan Kurangi Operasi, tapi Tolak Gencatan Senjata

Perang Iran hari ke-22 kian meluas, menewaskan ribuan orang dan mengguncang keamanan, energi, serta pelayaran global.

Editor: Nuryanti
Ringkasan Berita:
  • Perang Iran hari ke-22 terus meluas ke Israel, Teluk, Irak, Lebanon, dan Suriah.
  • Korban tewas di Iran mencapai 1.444 orang, sementara ancaman terhadap energi dan pelayaran meningkat.
  • Konflik ini juga mendorong lonjakan harga minyak dan memicu kekhawatiran ekonomi global.

TRIBUNNEWS.COM - Perang yang dilancarkan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran memasuki hari ke-22 atau pekan keempat.

Konflik ini terus meluas dengan dampak yang semakin besar di Iran, Israel, kawasan Teluk, hingga pasar energi global.

Lebih dari 1.400 orang dilaporkan tewas di Iran sejak serangan dimulai.

Di saat yang sama, Iran terus membalas dengan serangan ke Israel dan pangkalan Amerika Serikat, sembari memperingatkan negara-negara Barat dan Teluk soal risiko yang mengancam jalur energi dan pelayaran dunia.

Jutaan warga Iran pun merayakan Idul Fitri dan Nowruz di bawah bayang-bayang perang.

Berikut perkembangan utama perang Iran pada hari ke-22.

Iran Diguncang Korban Jiwa dan Serangan Balasan

  • Jumlah korban tewas di Iran dilaporkan mencapai 1.444 orang.
  • Korban itu termasuk sedikitnya 204 anak-anak.
  • Pertahanan udara Iran kembali diaktifkan di Teheran dan wilayah sekitarnya setelah muncul laporan ledakan saat warga merayakan hari pertama Nowruz.
  • Di tengah tekanan tersebut, Iran menegaskan akan terus menggunakan haknya untuk membela diri.

Baca juga: Gaza Lebaran dalam Bayang-Bayang Duka, Salat Ied Digelar di Tengah Reruntuhan

  • Pemerintah Iran juga memperingatkan Inggris setelah London mengizinkan Amerika Serikat memakai pangkalan militernya untuk menyerang target-target Iran.
  • Kantor berita semi-resmi Mehr melaporkan Iran menembakkan dua rudal balistik ke pangkalan militer AS-Inggris Diego Garcia di Samudra Hindia.
  • Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan bahwa negaranya akan menggunakan hak untuk membela diri.
  • Ia juga memperingatkan bahwa nyawa warga Inggris dapat terancam akibat keterlibatan London dalam operasi militer tersebut.
  • Angkatan bersenjata Iran juga mengumumkan gelombang serangan ke-70 ke arah Israel dan pangkalan AS di kawasan Teluk.
  • Serangan itu dilakukan menggunakan rudal dan drone.
  • Langkah tersebut terjadi di tengah meningkatnya serangan Iran terhadap situs energi di negara-negara Arab Teluk sebagai balasan atas serangan Israel ke ladang gas South Pars.

Idul Fitri dan Nowruz Dirayakan di Tengah Ancaman Bom

  • Di tengah suasana perang, jutaan warga Iran tetap merayakan Idul Fitri dan Nowruz secara bersamaan.
  • Perayaan berlangsung di bawah ancaman pengeboman dan ketidakpastian keamanan.
  • Kerumunan besar dilaporkan berkumpul di tempat-tempat suci, termasuk Makam Imam Reza di Mashhad.
  • Sejumlah pertemuan massa juga berubah menjadi protes anti-Barat.
  • Situasi ini menunjukkan bahwa perang tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik, tetapi juga menambah tekanan psikologis dan sosial bagi masyarakat Iran.

Kawasan Teluk Makin Tegang

Ketegangan di kawasan Teluk juga terus meningkat.

  • Militer Iran memperingatkan akan memberikan pukulan telak kepada kota pelabuhan Ras al-Khaimah di Uni Emirat Arab jika terjadi agresi lanjutan dari wilayah UEA terhadap pulau-pulau sengketa di Teluk.
  • Bahrain melaporkan telah mencegat dan menghancurkan dua rudal lagi yang ditembakkan dari Iran.
  • Sejak 28 Februari, Bahrain mengaku telah menghancurkan total 143 rudal dan 242 drone.
  • Arab Saudi juga melaporkan berhasil mencegat sejumlah besar drone di wilayah timurnya.
  • Militer Saudi mengatakan sedikitnya 47 drone berhasil ditembak jatuh, termasuk 38 drone dalam rentang tiga jam.
  • Kuwait menyatakan sedang aktif menangani serangan rudal dan pesawat nirawak musuh.

Baca juga: Di Tengah Konflik, Jepang Dapat Lampu Hijau dari Iran di Selat Hormuz

  • Dua gelombang drone Iran juga dilaporkan menghantam kilang Mina al-Ahmadi di Kuwait pada Jumat pagi.
  • Serangan itu memicu kebakaran di salah satu fasilitas pengolahan minyak terbesar di Timur Tengah.
  • Kilang tersebut diketahui memiliki kapasitas sekitar 730.000 barel minyak per hari.
  • Di tengah eskalasi militer, Qatar mengutuk serangan Israel terhadap fasilitas militer di Suriah selatan.
  • Doha menyebut serangan itu sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan dan hukum internasional.

AS Pertimbangkan Kurangi Operasi, tapi Tolak Gencatan Senjata

  • Presiden AS Donald Trump mengatakan pemerintahnya sedang mempertimbangkan untuk mengurangi operasi militer terhadap Iran.
  • Namun, ia tetap menolak kemungkinan tercapainya gencatan senjata.
  • Trump juga menegaskan Selat Hormuz perlu dijaga dan diawasi oleh negara-negara lain yang memanfaatkan jalur laut strategis tersebut.
  • Laporan Axios menyebut Washington sedang mempertimbangkan rencana memblokade atau bahkan menduduki Pulau Kharg di Iran.
  • Pulau itu merupakan salah satu pusat ekspor minyak strategis Iran.
  • Langkah seperti itu dinilai berpotensi melumpuhkan ekonomi Iran, tetapi sekaligus dapat memicu eskalasi yang lebih besar.

Baca juga: Iran Bidik Diego Garcia, Rudal Jarak 4.000 Km Picu Kekhawatiran Baru

  • Di sisi lain, Amerika Serikat dilaporkan mengerahkan tambahan 2.200 hingga 2.500 marinir ke Timur Tengah.
  • Koresponden Al Jazeera Kimberly Halkett menilai pergerakan militer terbaru AS membuka kemungkinan pengerahan pasukan darat ke Iran untuk mengamankan Selat Hormuz.

Israel Hadapi Kerusakan dan Sorotan Soal Perlindungan Sipil

  • Otoritas Israel mengatakan Iran menembakkan sembilan salvo rudal terpisah ke wilayah Israel.
  • Meski sistem pertahanan udara Israel bekerja untuk mencegat sebagian serangan, puing-puing jatuh dan amunisi tandan tetap menyebabkan kerusakan cukup luas.
  • Kerusakan dilaporkan terjadi di Israel tengah, Israel utara, dan kawasan barat Laut Mati.
  • Di saat yang sama, warga Palestina di Israel menuntut perlindungan yang lebih baik dari ancaman rudal dan drone.
  • Mereka menilai tidak memiliki akses perlindungan yang setara dibandingkan warga Israel lainnya.

Masjid Al-Aqsa Terdampak Pecahan Rudal

  • Di wilayah Palestina yang diduduki, pecahan rudal dilaporkan jatuh di Yerusalem Timur.
  • Lokasi jatuhnya pecahan itu hanya sekitar 350 meter dari kompleks Masjid Al-Aqsa.
  • Insiden tersebut menyebabkan kerusakan luas pada situs yang sangat penting secara keagamaan itu.
  • Peristiwa ini menambah kekhawatiran atas dampak perang terhadap tempat-tempat suci di kawasan.

Lebanon, Irak, dan Suriah Ikut Terseret

Rekomendasi Untuk Anda

Dampak perang juga terasa di Lebanon, Irak, dan Suriah.

  • Kementerian Kesehatan Masyarakat Lebanon melaporkan sedikitnya 1.001 orang tewas sejak Israel kembali melancarkan serangan besar-besaran.
  • Korban tewas itu termasuk sedikitnya 118 anak-anak.
  • Di Irak, sebuah kamp dukungan logistik AS di dekat bandara internasional Baghdad diserang roket. Ledakan dilaporkan terdengar di area tersebut.
  • Sementara itu, Israel memperingatkan warga di sejumlah pinggiran selatan Beirut, termasuk Haret Hreik, Ghobeiry, dan Hadath, untuk segera mengungsi sebelum serangan ke infrastruktur Hizbullah.
  • Di Suriah, Israel mengatakan telah menyerang infrastruktur militer di wilayah selatan. Serangan itu disebut sebagai respons atas dugaan serangan terhadap warga sipil Druze di Suwayda.
  • Qatar, Yordania, dan Mesir kemudian mengutuk serangan tersebut.

Harga Minyak Melonjak, Ancaman Maritim Kian Serius

Perang yang terus berlangsung di Teluk mulai mengguncang pasar energi global.

  • Harga minyak mentah Brent melonjak hingga mencapai 112,19 dolar AS per barel.
  • Kenaikan ini memicu kekhawatiran akan gangguan pasokan berkepanjangan dan risiko perlambatan ekonomi global.
  • Di sektor pelayaran, Terusan Panama kini beroperasi pada kapasitas maksimum.
  • Jumlah kapal yang melintas mencapai 36 hingga 38 kapal per hari.
  • Peningkatan ini disebut dipicu lonjakan permintaan jalur pelayaran tanker gas alam cair akibat dampak perang.
  • Amerika Serikat juga mencabut sanksi terhadap minyak Iran yang sudah dimuat ke kapal tanker untuk membantu menambah pasokan global. Namun, Teheran menyatakan tidak memiliki surplus minyak mentah untuk dijual.
  • Iran juga menilai langkah Washington hanya bertujuan memberi harapan palsu kepada pasar.
  • Al Jazeera menilai kebijakan AS ini justru paradoksal.
  • Di satu sisi Washington ingin menekan harga minyak dunia.

Baca juga: Iran Bidik Diego Garcia, Rudal Jarak 4.000 Km Picu Kekhawatiran Baru

  • Di sisi lain, AS masih aktif berperang dengan Iran.
  • Badan Operasi Perdagangan Maritim Inggris atau UKMTO menyatakan tingkat ancaman di Teluk Persia, Selat Hormuz, dan Teluk Oman tetap berada pada level kritis.
  • Sejak 1 Maret, UKMTO mencatat sudah ada 21 serangan terkonfirmasi terhadap kapal komersial dan infrastruktur lepas pantai.

Situasi ini menunjukkan perang Iran tidak lagi sekadar konflik regional, tetapi telah berkembang menjadi ancaman serius bagi stabilitas kawasan dan ekonomi dunia.

(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas