Lewat Selat Hormuz Harus Bayar! Iran Siapkan Tarif 'Jalur Aman' bagi Kapal Dunia
Lewat Selat Hormuz tak lagi gratis! Iran siapkan tarif jalur aman bagi kapal dunia, ancam lonjakan harga minyak dan tekanan ekonomi global.
Penulis:
Namira Yunia Lestanti
Editor:
Sri Juliati
Ringkasan Berita:
- Iran siapkan tarif “jalur aman” di Selat Hormuz, kapal internasional harus bayar dan berkoordinasi untuk bisa melintas.
- Akses bersifat selektif, hanya negara yang kooperatif dan tidak terlibat konflik yang mendapat izin aman dari Iran.
- Dampak global besar, biaya logistik naik, harga minyak terdorong naik, dan risiko krisis energi serta ketegangan ekonomi dunia makin meningkat.
TRIBUNNEWS.COM - Parlemen Iran mempertimbangkan kebijakan baru yang berpotensi mengubah dinamika perdagangan energi dunia.
Di tengah situasi Selat Hormuz yang sebagian terblokir akibat konflik, Teheran berencana mengenakan biaya bagi kapal yang ingin melintas melalui jalur tersebut dengan skema 'lintasan aman'.
Langkah ini muncul saat jalur pelayaran strategis tersebut mengalami gangguan serius akibat meningkatnya ketegangan antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.
Mengutip laporan media Iran, rancangan undang-undang telah disiapkan untuk memberlakukan biaya bagi kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz.
Anggota komite ekonomi parlemen Iran, Saeed Rahmatzadeh, menyebut kebijakan ini bukan hal baru dalam praktik global.
Kebijakan tersebut dinilai sebagai upaya Iran untuk mengontrol lalu lintas maritim sekaligus memperkuat posisi tawarnya di tengah konflik yang masih berlangsung.
Menurutnya, penerapan biaya pada jalur laut strategis merupakan praktik umum di berbagai wilayah dunia.
Selain menambah pemasukan negara, kebijakan ini juga diklaim dapat meningkatkan keamanan serta kualitas layanan maritim di sepanjang rute pelayaran.
Akses Diberikan untuk Negara yang Kooperatif
Tak dirinci kapan kebijakan ini akan mulai diberlakukan, namun Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi menyatakan bahwa Teheran tetap berkomitmen menjaga kelancaran pelayaran internasional, selama negara-negara yang melintas bersedia berkoordinasi dengan otoritas Iran.
Menurutnya, akses melalui “jalur aman” akan diberikan secara selektif kepada negara-negara yang menjalin komunikasi dan tidak terlibat dalam konflik dengan Iran.
Skema ini menjadi solusi alternatif di tengah situasi keamanan yang belum stabil di jalur pelayaran strategis tersebut.
Dalam pernyataan yang dikutip dari Middle East Monitor, Araghchi juga menyebut Jepang sebagai salah satu negara yang berpotensi memanfaatkan mekanisme tersebut.
Hal ini menunjukkan bahwa Iran masih membuka ruang diplomasi di tengah tekanan geopolitik yang meningkat.
Baca juga: Jika Gencatan Senjata Perang Iran Tercapai, Jepang Pertimbangkan Penyapuan Ranjau di Selat Hormuz
Pengamat menilai, skema “jalur aman” bukan hanya upaya menjaga stabilitas pelayaran, tetapi juga bagian dari strategi Iran untuk mengontrol arus lalu lintas di Selat Hormuz sekaligus memperkuat posisi tawarnya dalam konflik regional.
Pembatasan Navigasi Ancam Energi dan Ekonomi Global
Meski begitu pembatasan berpotensi memicu dampak langsung pada stabilitas jalur pelayaran internasional.
Baca tanpa iklan