Natanz Iran Diserang: Bagaimana Situs Nuklir yang Rusak Dapat Menimbulkan Risiko Radiasi
Serangan terhadap fasilitas Natanz Iran berpotensi menimbulkan risiko radiasi, terutama jika mengenai reaktor nuklir.
Penulis:
Tiara Shelavie
Editor:
Wahyu Gilang Putranto
Ringkasan Berita:
- Serangan terhadap fasilitas Natanz berpotensi menimbulkan risiko radiasi, terutama jika mengenai reaktor nuklir.
- Uranium dan produk sampingan nuklir dapat membahayakan kesehatan melalui radiasi dan toksisitas kimia.
- Program nuklir Iran telah berkembang sejak 1950-an, dengan sejumlah fasilitas utama seperti Natanz, Fordo, dan Bushehr tetap menjadi fokus perhatian global.
TRIBUNNEWS.COM - Amerika Serikat dan Israel telah menyerang situs nuklir utama Iran, Natanz, pada Sabtu (21/3/2026).
Pejabat Iran menyatakan tidak ada pelepasan material radioaktif dan tidak ada bahaya bagi masyarakat.
Situs tersebut terletak sekitar 220 km dari ibu kota Teheran.
Ini bukan serangan pertama terhadap Natanz.
Lokasi ini juga menjadi sasaran selama perang 12 hari antara Israel dan Iran pada Juni 2025.
Iran diyakini memiliki sekitar 400 kg uranium yang sangat diperkaya, yang menurut negara-negara Barat berpotensi digunakan untuk membuat senjata nuklir.
Bahayanya Radiasi Nuklir
Mengutip NDTV, penghancuran situs tersebut dapat bertindak seperti “bom kotor”, yakni menyebarkan material radioaktif ke area yang luas dan mengancam kehidupan serta kesehatan manusia.
Namun, serangan terbaru AS dan Israel menunjukkan bahwa skenario terburuk sejauh ini berhasil dihindari.
Bahaya paling serius berasal dari kerusakan pada reaktor nuklir.
Saat reaktor beroperasi, fisi nuklir menghasilkan produk sampingan yang sangat radioaktif seperti Caesium-137, Strontium-90, dan Iodin-131.
Jika terlepas ke lingkungan, zat-zat ini dapat menyebar luas.
Iodin-131 sangat berbahaya.
Baca juga: Iran Umumkan AS-Israel Serang Fasilitas Nuklir Natanz, Tak Ada Kebocoran Bahan Radioaktif
Jika terhirup atau tertelan, zat ini dapat menumpuk di kelenjar tiroid dan secara signifikan meningkatkan risiko kanker, terutama pada anak-anak.
Uranium, terutama dalam tingkat pengayaan tinggi, juga memancarkan radiasi, termasuk sinar gamma yang dapat menembus tubuh manusia dan merusak DNA.
Paparan radiasi dapat terjadi melalui penghirupan partikel di udara, konsumsi makanan atau air yang terkontaminasi, serta kontak langsung dengan kulit.
Baca tanpa iklan