26 WNA Disekap di Bali jadi Scammer, Korban Tutup Mulut Mengenai Pelaku
Penyidik masih berupaya keras menggali keterangan dari para korban yang mayoritas WNA Filipina yang diamankan dalam penggerebekan tersebut.
Editor:
Erik S
Ringkasan Berita:
- Sebanyak 26 WNA Filipina dan Kenya disekap di Bali, diduga dipaksa jadi operator scam.
- Korban enggan bicara, polisi kesulitan mengungkap pelaku, sementara penyidikan terus berlanjut dengan koordinasi kedutaan.
- Mereka awalnya dijanjikan pekerjaan legal, namun dikurung dan dipaksa melakukan penipuan daring oleh sindikat.
TRIBUNNEWS.COM, DENPASAR - 26 warga negara asing (WNA) dari Filipina dan Kenya yang disekap di sebuah guesthouse kawasan Kedonganan, Kuta, Bali enggan berbicara mengenai sosok pelaku penyekapan.
Puluhan WNA tersebut akan dijadikan operator scam online (penipuan).
Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, mengungkapkan bahwa hingga saat ini penyidik masih berupaya keras menggali keterangan dari para korban yang mayoritas WNA Filipina yang diamankan dalam penggerebekan tersebut.
Keengganan para korban bersuara membuat sosok pelaku atau otak di balik sindikat ini masih menjadi misteri.
"Dapat kami jelaskan dari hasil keterangan dari para korban ya, jadi masih sementara masih belum bisa berkembang, jadi masih tutup mulut ya," beber Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, Rabu (29/4/2026).
"Sampai saat ini kami berkoordinasi dengan pihak kedutaan untuk mendampingi para warga negara asing tersebut. Jadi dalam hal ini kami tetap akan berkoordinasi dengan pihak kedutaan dan termasuk pihak Imigrasi," imbuhnya.
Pihak kepolisian mengaku belum mengetahui secara pasti alasan mengapa para korban enggan membeberkan identitas orang yang diduga menyekap mereka.
"Nah, ini (alasan tutup mulut) nanti kami bisa perdalam lagi nanti," ujarnya.
Korban Penipuan
Para korban dipastikan tidak mengetahui bahwa mereka akan dipekerjakan sebagai operator penipuan daring atau scammer.
Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, menegaskan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan awal, seluruh korban masuk ke Indonesia karena tergiur iming-iming pekerjaan legal.
Mereka dijanjikan upah rutin layaknya karyawan di sektor formal pada umumnya.
Baca juga: Puluhan WNA Disekap di Badung Bali, Diduga Akan Dipekerjakan Sebagai Operator Penipuan Online
Namun, harapan tersebut sirna ketika mereka justru dikurung dalam bangunan guesthouse dan diduga dipaksa mengoperasikan piranti lunak untuk tujuan kriminal.
"Dari awal dijanjikan bekerja. Bekerja yang namanya bekerja seperti biasa menerima upah dan lain sebagainya. Jadi warga negara asing ini tidak tahu kalau memang akan dijadikan operator scam," ungkap Iptu Gede Adi.
Dalam kasus ini, polisi mengamankan puluhan korban yang mayoritas WNA Filipina dan Kenya serta ada satu orang WNI.
Baca tanpa iklan