Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Iran Serang Israel setelah Trump Bicara soal Negosiasi Akhiri Perang

Iran serang Israel setelah Presiden AS Donald Trump berbicara mengenai kesempatan untuk mengakhiri perang. Iran membantah klaim Trump.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Iran Serang Israel setelah Trump Bicara soal Negosiasi Akhiri Perang
Tangkapan Layar YouTube Al Jazeera
IRAN SERANG ISRAEL - Tangkapan layar YouTube Al Jazeera, Selasa (24/3/2026), memperlihatkan situasi setelah terjadi ledakan di Israel tengah. Pada Selasa pagi, Iran serang Israel setelah Presiden AS Donald Trump berbicara mengenai kesempatan bernegosiasi untuk mengakhiri perang, klaim yang dibantah oleh Iran. 

Ringkasan Berita:
  • Iran meluncurkan rudal dan drone ke Israel serta negara Teluk, sementara Israel menggempur Beirut, Lebanon.
  • Di tengah eskalasi, Trump mengklaim AS tengah bernegosiasi dengan Iran dan menunda serangan terhadap fasilitas energi selama lima hari, namun Iran membantah adanya pembicaraan.
  • Netanyahu menegaskan serangan akan berlanjut, yang berdampak pada situasi keamanan di kawasan Teluk.
  • Perang AS-Israel vs Iran memicu gejolak energi global, termasuk naiknya harga minyak karena blokade Selat Hormuz.

TRIBUNNEWS.COM - Asap terlihat di Tel Aviv saat Iran meluncurkan rudal dan drone ke Israel serta sejumlah negara Teluk, sementara Israel juga menggempur wilayah Beirut yang disebut terkait Hizbullah.

Media Israel melaporkan setidaknya enam orang terluka dalam serangan Iran di Tel Aviv pada Selasa (24/3/2026).

Sebelumnya, militer Israel mendeteksi serangan rudal balistik Iran yang menargetkan Tel Aviv dan Israel tengah, mencatat ledakan keras di Gush Dan, dekat Tel Aviv setelah sirine berbunyi.

Selain wilayah tersebut, sirene peringatan berbunyi di wilayah Dimona dan Israel selatan.

Laporan menyebutkan pecahan peluru jatuh di dua lokasi dekat Beersheba di selatan Israel, lapor Al Arabiya.

Trump Klaim Iran-AS Upayakan Perundingan

Di tengah eskalasi konflik, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan pihaknya tengah berupaya merundingkan akhir perang dan menunda tenggat terkait Selat Hormuz, yang sempat memengaruhi harga minyak.

Rekomendasi Untuk Anda

Ia juga mengklaim bahwa komunikasi dengan Iran berjalan positif.

“Saya senang melaporkan bahwa Amerika Serikat dan negara Iran, selama dua hari terakhir, telah melakukan percakapan yang sangat baik dan produktif mengenai penyelesaian lengkap dan total permusuhan kita di Timur Tengah,” tulis Trump di Truth Social, Senin (23/3/2026).

Trump menambahkan bahwa AS menunda serangan terhadap fasilitas energi Iran selama lima hari demi memberi ruang bagi negosiasi.

Baca juga: Perang AS-Israel ke Iran Racuni Bumi, Jadi Bencana Lingkungan, Ancam Kehidupan Satwa dan Manusia

“Berdasarkan isi dan nada dari percakapan mendalam, terperinci, dan konstruktif ini… saya telah menginstruksikan Departemen Perang untuk menunda semua serangan militer terhadap pembangkit listrik dan infrastruktur energi Iran selama lima hari,” ujarnya.

Dalam wawancara dengan CNBC, ia juga menyebut diskusi tersebut berlangsung sangat intens.

Namun, klaim itu dibantah oleh Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf.

“Tidak ada negosiasi yang dilakukan dengan AS,” tulisnya di X, seraya menambahkan bahwa “berita palsu digunakan untuk memanipulasi pasar keuangan dan minyak.”

Kementerian Luar Negeri Iran juga menyatakan belum ada pembicaraan langsung, meski ada pesan yang disampaikan melalui negara lain.

Di sisi lain, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan operasi militer akan terus berlanjut. “Masih ada lagi yang akan datang,” katanya.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas