Hubungan Israel dan AS Kembali Tegang, Beda Pendapat soal Cara Mengakhiri Perang Iran
Hubungan antara Israel dan Amerika Serikat (AS) kembali tegang terkait rencana penghentian perang di Iran. Israel tegas dengan pendiriannya.
Penulis:
Whiesa Daniswara
Editor:
Febri Prasetyo
Ringkasan Berita:
- Hubungan antara Israel dengan Amerika Serikat (AS) kembali mengalami keretakan pasca Washington mengupayakan perdamaian di Iran.
- Keduanya dilaporkan berbeda pandangan terkait draf proposal perdamaian yang diajukan Washington untuk mengakhiri konflik bersenjata dengan Iran.
- Berdasarkan laporan dari media publik Israel, KAN, setidaknya ada tiga poin krusial yang memicu keretakan pendapat ini.
TRIBUNNEWS.COM - Hubungan antara Israel dan Amerika Serikat (AS) dikabarkan tengah mengalami ketegangan.
Keduanya dilaporkan berbeda pandangan tentang draf proposal perdamaian yang diajukan Washington untuk mengakhiri konflik bersenjata dengan Iran.
Berdasarkan laporan dari media publik Israel, KAN, setidaknya ada tiga poin krusial yang memicu keretakan pendapat ini.
Pertama, mengenai nasib program rudal balistik milik Iran.
Kedua, soal prosedur penyerahan cadangan uranium Iran ke Badan Energi Atom Internasional (IAEA).
Terakhir, masalah pelonggaran sanksi ekonomi yang selama ini mencekik Teheran.
Kabar yang beredar menyebutkan bahwa pemerintahan Donald Trump telah menyodorkan 15 poin rencana damai kepada Iran melalui perantara Pakistan.
Salah satu poin yang paling disorot adalah usulan gencatan senjata sementara selama satu bulan.
Langkah ini diambil Washington sebagai upaya "buka pintu" bagi meja perundingan.
Namun, langkah AS ini justru membuat pihak Israel waswas.
Sumber internal politik Israel membocorkan bahwa Tel Aviv khawatir gencatan senjata prematur ini hanya akan memberi ruang bagi Iran untuk mengatur ulang strategi tanpa memberikan konsesi yang berarti.
Baca juga: Pangeran MBS Dilaporkan Desak Trump untuk Melanjutkan Perang Melawan Iran, Pemerintah Membantah
Sinyal Damai dari Iran
Utusan khusus AS, Steve Witkoff, mengungkapkan adanya sinyal kuat bahwa Iran mulai melunak dan bersedia membuka pintu negosiasi.
Dalam rapat kabinet di Gedung Putih, Witkoff secara perdana membocorkan bahwa pemerintahan Donald Trump telah melayangkan "daftar tindakan" berisi 15 poin krusial kepada Teheran.
Pesan diplomatik ini disampaikan melalui perantara Pemerintah Pakistan.
"Kami akan melihat ke mana arah proses ini. Harapannya, Iran sadar bahwa ini adalah titik balik."
Baca tanpa iklan