Vietnam Terancam Krisis Energi, BBM Langka dan Pariwisata Lesu
Vietnam mulai menghadapi krisis energi akibat blokade Iran terhadap Selat Hormuz, jalur pengiriman energi global. BBM langka dan pariwisata lesu.
Penulis:
Yunita Rahmayanti
Editor:
Nuryanti
Stephane Dujarric yakin bahwa mekanisme ini akan menciptakan kepercayaan pada pendekatan diplomatik serta penyelesaian terhadap konflik AS-Israel dan Iran saat ini.
Perang AS-Israel VS Iran
Amerika Serikat (AS) dan Israel menyerang Iran pada Sabtu, 28 Februari 2026, menargetkan berbagai lokasi di sejumlah kota termasuk Teheran.
Serangan tersebut merusak upaya perundingan perjanjian nuklir antara AS dan Iran, yang berakhir di putaran ketiga pada dua hari sebelumnya, 26 Februari 2026 di Jenewa.
Oman, yang memediasi perundingan tersebut, sempat mengatakan bahwa ada kemajuan, meski masih banyak perbedaan kedua pihak.
Rencananya saat itu, mereka akan menjadwalkan pertemuan selanjutnya, namun kemudian gagal setelah AS-Israel menyerang Iran.
AS dan Israel berulang kali menuduh Iran berupaya mengembangkan program nuklir untuk membuat senjata nuklir.
Iran membantah tuduhan tersebut dengan mengatakan program nuklirnya hanya untuk tujuan damai seperti kebutuhan energi sipil.
Sebagai balasan atas serangan AS-Israel, Iran menargetkan pangkalan militer keduanya di berbagai negara di Timur Tengah, termasuk Arab Saudi, Qatar, Irak, Bahrain, Kuwait, dan Uni Emirat Arab.
Selain itu, Iran memblokade Selat Hormuz, jalur pengiriman minyak global, yang mengacaukan pasar energi hingga melonjaknya harga minyak dan meningkatkan ancaman krisis energi.
(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)