Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Iran Disebut Siapkan Perang Semesta, Mati-matian Pertahankan Pulau Kharg

Iran akan mati-matian mempertahankan Pulau Kharg agar tidak jatuh ke tangan AS.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Febri Prasetyo
zoom-in Iran Disebut Siapkan Perang Semesta, Mati-matian Pertahankan Pulau Kharg
HO/IST/Tangkap Layar/Khaberni
REBUT PULAU KHARG - Pulau Kharg, yang terletak sekitar 15 mil dari pantai Iran, merupakan titik vital untuk ekspor minyak, karena sekitar 90% ekspor minyak mentah Iran diproses melalui pulau ini. Hal ini membuat setiap langkah militer menuju pulau tersebut menjadi langkah yang sangat sensitif yang dapat menempatkan pasukan AS dalam konfrontasi langsung. 
Ringkasan Berita:
  • Pulau Kharg sangat penting bagi Iran karena hampir semua ekspor minyak mentah diproses di sana.
  • Pengamat mengatakan Iran akan mempertahankan Pulau Kharg habis-habisan.
  • Trump disebut sudah lama ingin menguasai Pulau Kharg.

 

TRIBUNNEWS.COM - Pizaro Ghazali Idrus, jurnalis sekaligus pengamat Timur Tengah, mengungkapkan pentingnya Pulau Kharg bagi Iran di tengah kecamuk perang melawan Amerika Serikat (AS)-Israel.

Pulau Kharg terletak sekitar 15 mil dari pantai Iran. Pulau itu menjadi titik vital untuk ekspor minyak karena hampir semua ekspor minyak mentah Iran diproses melalui pulau ini.

Adapun beberapa hari lalu Presiden AS Donald Trump dikabarkan mempertimbangkan rencana untuk mengambil alih kendali Pulau Kharg di Iran. Menurut Axios, langkah ini bertujuan untuk menekan Iran agar membuka kembali Selat Hormuz.

“Sejak 1984, CIA sudah mengidentifikasi Pulau Kharg sebagai pulau yang punya sistem paling vital bagi ekonomi Iran,” kata Pizaro dalam program Breaking News di tvOne, Sabtu, (28/3/2026).

Pizaro menyebut Pulau Kharg adalah kunci bagi ekonomi Iran, sebagaimana istilah Jawa sebagai kunci dalam konteks Indonesia. Menurut dia, 90 persen ekspor minyak melalui Selat Hormuz dikendalikan melalui Pulau Kharg.

Pizaro yang pernah bekerja di kantor berita Anadolu Agency itu berkata AS sangat bernafsu menguasai Pulau Kharg. Bahkan, Trump pada tahun 1988 sudah bermimpi bisa menguasainya.

Rekomendasi Untuk Anda

“Pulau ini hanya sekitar 8 km2, tetapi dia bisa menampung 30 juta barel minyak. Sekarang Pulau Kharg sedang menampung 18 juta barel. Bayangkan begitu besarnya dan pentingnya Pulau Kharg,” kata dia menjelaskan.

Dia menyampaikan bahwa AS tidak akan mudah menguasai Pulau Kharg karena Iran sudah melakukan banyak persiapan dan antisipasi.

Karena Pulau Kharga sudah lama diincar AS, Iran memutuskan memasang sistem pertahanan udara, mengerahkan prajurit, dan menebar ranjau di sana.

“Iran juga sedang mempersiapkan perang semesta. Perang yang melibatkan masyarakat banyak, kemudian berhadapan dengan AS,” ujar Pizaro.

Kata dia, Pulau Kharg ibarat pintu masuk bagi AS. Jika menguasai pulau itu, AS juga akan bisa menguasai Selat Hormuz.

Baca juga: Pasukan Amfibi dan Marinir AS Segera Mendarat, Iran Perkuat Pulau Kharg Pakai Ranjau!

“Maka, Pulau Kharg bisa dibilang mati hidupnya Iran. Ini bisa dibilang pertaruhan militer Iran dan pertaruhan ekonominya agar tidak kemudian dikuasai AS.”

Sekali lagi, Pizaro menegaskan Iran akan berperang habis-habisan atau mati-matian untuk mempertahankan Pulau Kharg.

AS kerahkan marinir

CNN melaporkan Iran telah meningkatkan penempatan ranjau, sistem pertahanan udara, dan personel militer tambahan di Pulau Kharg dalam beberapa pekan terakhir.

Perkuatan sistem pertahanan di Pulau Kharg ini sebagai persiapan untuk potensi operasi darat pasukan AS untuk merebut pulau tersebut.

AS dilaporkan telah mengerahkan dua unit pengintai Korps Marinir ke Timur Tengah. Mereka diperkirakan akan bergabung dengan sekitar 1.000 tentara dari Divisi Lintas Udara ke-82 dalam beberapa hari mendatang.

Laksamana Purnawirawan James Stavridis, mantan Panglima Tertinggi Sekutu NATO, mengindikasikan bahwa blokade angkatan laut terhadap Kharg dapat menjadi pilihan alternatif untuk menekan Iran tanpa benar-benar mendaratkan pasukan di pantai.

"Ini dapat dilakukan tanpa mempertaruhkan tentara kita di pantai," kata Stavridis.

Semenara itu, negara-negara sekutu AS di Teluk mendesak AS untuk tidak memperpanjang perang dengan mengerahkan pasukan darat untuk menduduki Pulau Kharg karena khawatir akan menyebabkan banyak korban jiwa.

Negara-negara itu mengkhawatirkan makin luasnya pembalasan Iran terhadap infrastruktur Teluk, dan konflik yang berkepanjangan.

Sebaliknya, negara-negara Teluk mendesak para pejabat AS tentang perlunya membongkar program rudal balistik Iran.

Baca juga: Demi Paksa Iran Buka Selat Hormuz, Trump Berencana Blokade Pulau Kharg yang Jadi Pusat Minyak

Adapun Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf pada Rabu (25/3/2026) memperingatkan "musuh" agar tidak mencoba menduduki pulau-pulau Iran mana pun.

(Tribunnews/Febri/Hasiolan)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas