Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

4 Hal yang Disebut Buat Iran Kecewa Sekali kepada Indonesia: Kapal Arman hingga BoP

Mantan Duta Besar Indonesia untuk Iran mengungkapkan sejumlah penyebab kekecewaan Iran kepada Indonesia.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Febri Prasetyo
zoom-in 4 Hal yang Disebut Buat Iran Kecewa Sekali kepada Indonesia: Kapal Arman hingga BoP
HO/IST/Tangkap Layar/Khaberni
BLOKADE SELAT HORMUZ - Lalu lintas kapal di Selat Hormuz sebelum blokade militer oleh Iran dampak serangan Amerika Serikat dan Israel ke Teheran. Selat ini menjadi jalur vital bagi lalulintas kapal pengangkut minyak dari produsen-produsen minyak dunia yang berada di kawasan Timur Tengah. 

Ringkasan Berita:
  • Dua kapal tanker Indonesia belum bisa melewati Selat Hormuz yang ditutup Iran.
  • Mantan Duta Besar Indonesia untuk Iran mengatakan hal itu tak lepas dari kekecewaan Iran terhadap Indonesia.
  • Kekecewaan itu disebabkan oleh sejumlah hal, salah satunya disitanya kapal Iran oleh Indonesia.

 

TRIBUNNEWS.COM – Indonesia sedang bernegosiasi dengan Iran agar dua kapal tanker milik PT Pertamina, yakni VLC Pertamina Pride dan Gamsunoro, diizinkan melewati Selat Hormuz yang ditutup Iran.

Sementara itu, muncul kabar bahwa Iran sudah memberikan “lampu hijau” sehingga dua kapal yang tertahan sejak awal Maret ini akan bisa melintas.

Berbeda dengan kapal Indonesia, kapal Malaysia, Tiongkok, Pakistan, hingga Thailand sudah lebih dulu diizinkan melewati Selat Hormuz.

Dian Wirengjurit, mantan Duta Besar Indonesia untuk Iran, menyebutkan bahwa sebenarnya sudah ada dua kapal tanker Indonesia yang dibebaskan.

“Pertama, karena memang tidak terlalu besar. Kedua, karena kedua kapal itu, Paragon dan Rinjani, memang berbendera Indonesia,” ujar Dian dalam program Kompas Petang di Kompas TV, Sabtu, (28/3/2026).

Rekomendasi Untuk Anda

“Nah, dua tanker lain, yang supertanker itu, belum bisa dilepaskan oleh pihak Iran, setahu saya karena berbagai hal.”

Dian kemudian menyebut Iran merasa sudah berkali-kali dikecewakan oleh Indonesia. Menurut dia, kekecewaan itu tidak ada kaitannya dengan perang saat ini antara Iran dan Amerika Serikat (AS)-Israel. Kekecewaan itu muncul sebelum perang.

“Kenapa? Karena Iran itu, dalam konteks diplomasi, ada asas diplomasi yang namanya resiprokalitas (perbuatan imbal balik),” ucap Dian.

Mantan Dubes itu menyebut jika suatu negara melakukan kebaikan, negara itu akan dibalas dengan kebaikan, begitu juga sebaliknya. Dia lalu mengungkapkan sejumlah hal yang membuat Iran kecewa kepada Indonesia.

“Pertama, sejak 2-3 tahun yang lalu, ketika latihan perang negara-negara Pasifik, Iran diundang secara resmi. Dua kapalnya sudah berangkat, kapal perangnya ikut bergabung untuk latihan bersama yang dikoordinir oleh Indonesia.”

Namun, kata Dian, kapal Iran kemudian justru ditolak masuk ke perairan Indonesia. Keikutsertaan Iran akhirnya dibatalkan. Dia mengatakan pembatalan itu disebabkan oleh paksaan dari AS.

Baca juga: Houthi Yaman Luncurkan Serangan Rudal Balistik Perdana ke Israel sejak Perang Iran Meletus

Kekecewaan kedua berkaitan dengan kapal tanker Iran yang bernama MT Arman 114 yang sudah bertahun-tahun disandera oleh Indonesia setelah ditangkap.

“Mereka memperdagangkan minyak di tengah lautan yang mereka klaim sebagai lautan internasional, tetapi kita menganggap di perairan Indonesia. Hingga saat ini statusnya belum jelas,” ucap Dia.

Adapun kekecewaan yang ketiga berkenaan dengan terlambatnya Indonesia mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei beberapa waktu lalu.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas