Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Houthi Bergabung dalam Perang Iran, Israel Kini Bertempur di Tiga Sisi

Houthi ikut bergabung dalam Perang Iran dengan menyerang Israel. Israel kini bertempur di tiga front yakni melawan Iran, Lebanon dan Houthi Yaman.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Suci BangunDS

Ringkasan Berita:
  • Houthi ikut menyerang Israel sehingga konflik meluas menjadi tiga front.
  • Serangan Iran dan ancaman di jalur laut memperburuk situasi keamanan dan ekonomi global.
  • Pakistan mencoba menjadi mediator untuk mendorong pembicaraan damai antara AS dan Iran.


TRIBUNNEWS.COM - Israel kini berperang di tiga front, setelah kelompok Houthi ikut terlibat dalam perang Iran vs AS-Israel.

Pada Sabtu (28/3/2026) malam, Israel mengumumkan telah mencegat sebuah drone di atas kota pelabuhan Eilat.

Mereka menduga, drone tersebut berasal dari arah selatan, yakni Yaman.

Mengutip The Guardian, juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengatakan kelompoknya melancarkan gelombang serangan terhadap Israel dengan rentetan rudal jelajah dan drone yang menargetkan situs-situs militer.

Dalam pidato yang disiarkan di televisi, Saree bersumpah akan melanjutkan operasi militer dalam beberapa hari ke depan hingga Israel menghentikan serangan dan agresinya.

Sejumlah media melaporkan bahwa Houthi, kelompok militan yang bersekutu dengan Iran di Yaman, telah menyerang Israel untuk kedua kalinya dalam waktu kurang dari 24 jam, setelah bergabung dalam perang pada Sabtu.

Rekomendasi Untuk Anda

Namun, kekhawatiran yang lebih besar bagi Israel adalah serangan rudal balistik yang terus berlanjut dari Iran, menurut laporan Al Jazeera.

Pada Minggu pagi, peringatan kembali dikeluarkan di wilayah selatan Israel terkait perkiraan kedatangan rudal dari Iran.

Sirene peringatan pun dibunyikan di Negev dan wilayah lain di selatan negara tersebut.

Sebelumnya pada Sabtu, salah satu serangan rudal paling serius dari Iran menghantam kota Beit Shemesh di Israel tengah, menyebabkan 11 orang terluka.

Sementara itu, pertempuran paling intensif terjadi di wilayah utara, di sepanjang perbatasan Israel dengan Lebanon.

Militer Israel terus melakukan operasi ke Lebanon selatan untuk menciptakan zona penyangga, terlibat bentrokan dengan Hizbullah, serta berupaya mendorong mereka menjauh dari perbatasan.

Baca juga: Houthi Yaman Luncurkan Serangan Rudal Balistik Perdana ke Israel sejak Perang Iran Meletus

Selat Bab al-Mandab Terpengaruh

JALUR PENGIRIMAN MINYAK - Tangkap layar Google Maps menampilkan Selat Bab al-Mandeb dan Selat Hormuz. Keduanya merupakan jalur penting bagi pengiriman minyak dunia.
JALUR PENGIRIMAN MINYAK - Tangkap layar Google Maps menampilkan Selat Bab al-Mandeb dan Selat Hormuz. Keduanya merupakan jalur penting bagi pengiriman minyak dunia. (Tangkap Layar Google Maps)

Keterlibatan Houthi, yang menguasai wilayah terpadat di Yaman, menimbulkan ancaman langsung terhadap Selat Bab al-Mandab di ujung selatan Laut Merah.

Jalur ini merupakan salah satu titik rawan utama dalam rantai pasokan energi dan perdagangan global di Timur Tengah, menurut The Guardian.

Dengan penutupan Selat Hormuz oleh Iran, potensi penutupan Bab al-Mandab, yang terletak di antara Yaman dan Tanduk Afrika, akan semakin memperparah dampak perang terhadap ekonomi global.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas