Israel Kunci Sistem Pelacak Serangan, Khawatir Iran Gunakan Data untuk Hantam Balik
Israel memblokir sistem pelacak roket “Shual” karena takut data bocor ke Iran. Pejabat Israel utara protes keras di tengah serangan Hizbullah.
Penulis:
Namira Yunia Lestanti
Editor:
Whiesa Daniswara
Ringkasan Berita:
- Israel blokir akses ke sistem pelacakan roket “Shual” karena khawatir data lokasi serangan bocor dan dimanfaatkan Iran serta Hizbullah untuk meningkatkan serangan.
- Sistem “Shual” merupakan alat penting pertahanan sipil Israel untuk melacak jatuhnya roket, memprediksi area dampak, hingga membantu tim penyelamat saat situasi darurat.
- Keputusan itu memicu protes pejabat Israel utara yang kesulitan menangani serangan Hizbullah tanpa akses sistem, di tengah konflik Lebanon-Israel yang memanas.
TRIBUNNEWS.COM - Militer Israel dilaporkan memblokir akses ke sistem pelacakan roket milik pertahanan sipil setelah muncul kekhawatiran adanya kebocoran informasi yang diduga dapat dimanfaatkan oleh Iran dan kelompok sekutunya di kawasan Timur Tengah.
Keputusan tersebut mencuat setelah media lokal Israel melaporkan bahwa tentara Israel membatasi akses otoritas lokal serta petugas penghubung cadangan terhadap sistem darurat bernama “Shual”.
Sistem “Shual” dikembangkan oleh Komando Pertahanan Dalam Negeri militer Israel untuk membantu koordinasi penanganan krisis di wilayah yang rawan terkena serangan roket dan rudal.
Dalam operasionalnya, sistem ini digunakan untuk melacak lokasi jatuhnya roket serta membantu proses penanganan serangan secara cepat dan terkoordinasi.
Tak hanya itu, mengutip dari Anadolu, “Shual” juga mampu memprediksi area yang berpotensi terdampak serangan, mengarahkan tim penyelamat menuju titik ledakan, hingga mendeteksi bahan peledak yang belum meledak dan masih membahayakan warga sipil.
Di tengah konflik yang terus berlangsung di perbatasan Lebanon-Israel, sistem tersebut dianggap sebagai salah satu alat vital bagi pemerintah daerah dan petugas penyelamat dalam menghadapi situasi darurat.
Israel Khawatir Informasi Dimanfaatkan Iran
Namun, militer Israel khawatir data sensitif terkait titik jatuhnya roket dapat bocor ke pihak yang berafiliasi dengan Iran maupun Hizbullah yang selama ini mendapat dukungan dari Teheran.
Informasi tersebut diduga bisa digunakan untuk mempelajari efektivitas serangan dan meningkatkan akurasi serangan berikutnya terhadap wilayah Israel.
Informasi mengenai titik dampak ledakan dinilai sangat penting karena dapat membantu pihak lawan mengevaluasi tingkat kerusakan dan meningkatkan akurasi serangan berikutnya.
Baca juga: AS-Iran Memanas Lagi! Trump Klaim Baku Tembak Tak Akan Gagalkan Gencatan Senjata
Militer Israel juga meyakini bahwa pihak lawan kemungkinan memantau lokasi jatuhnya roket untuk menentukan strategi serangan lanjutan.
Karena alasan itu Militer Israel memperketat kontrol dengan membatasi akses ke sistem pelacakan roket “Shual” guna mencegah potensi kebocoran data yang dianggap dapat mengancam keamanan nasional Israel di tengah meningkatnya ketegangan antara Israel dan kelompok Hizbullah di Lebanon selatan.
Pejabat Israel Utara Protes Keras
Keputusan militer Israel memblokir akses ke sistem pelacakan roket “Shual” langsung memicu protes keras dari para pejabat lokal di wilayah utara Israel yang selama ini menjadi sasaran utama serangan roket Hizbullah dari Lebanon selatan.
Para pejabat daerah menilai langkah tersebut justru membahayakan keselamatan warga sipil karena petugas darurat kini kehilangan akses terhadap sistem penting yang selama ini digunakan untuk memantau lokasi jatuhnya roket dan mempercepat respons penyelamatan.
Menurut mereka, tanpa sistem “Shual”, tim penanganan darurat mengalami kesulitan menentukan arah dan cakupan serangan yang terjadi di wilayah pemukiman warga.
Pejabat setempat juga mengaku tidak dapat memastikan apakah ledakan yang terdengar berasal dari roket yang berhasil dicegat sistem pertahanan udara Israel atau merupakan dampak langsung dari serangan Hizbullah.
Baca tanpa iklan