Perang Memanas di Banyak Front: Drone Ukraina Hantam Rusia, Serangan Balasan Makin Brutal
Serangan drone Ukraina ke Rusia dan balasan Moskow di Ukraina timur menandai eskalasi konflik yang kian meluas di berbagai front.
Penulis:
Andari Wulan Nugrahani
Editor:
Tiara Shelavie
Ringkasan Berita:
- Perang Rusia-Ukraina memasuki hari ke-1.496 dengan eskalasi serangan di berbagai front, ditandai serangan drone Ukraina ke wilayah Rusia dan balasan Moskow di timur Ukraina.
- Serangan menghantam kota Taganrog hingga pelabuhan minyak strategis, sementara Rusia menggempur Kramatorsk yang menewaskan warga sipil.
- Di tengah konflik, kontroversi industri pertahanan dan upaya diplomasi Ukraina ke Timur Tengah menunjukkan perang kian meluas dan kompleks.
TRIBUNNEWS.COM - Perang antara Rusia dan Ukraina memasuki hari ke-1.496 pada Senin (30/3/2026).
Terkini, serangan drone Ukraina ke Rusia dan balasan Moskow di Ukraina timur menandai eskalasi konflik yang kian meluas di berbagai front.
Invasi Rusia ke Ukraina dimulai secara terbuka pada 24 Februari 2022 setelah Presiden Vladimir Putin memerintahkan serangan militer besar-besaran.
Ketegangan kedua negara telah meningkat sejak pencaplokan Krimea oleh Rusia pada 2014 dan konflik di wilayah Donbas.
Ukraina mempererat hubungan dengan Barat, termasuk NATO dan Uni Eropa, yang dipandang Moskow sebagai ancaman.
Negara-negara Barat, termasuk Amerika Serikat, menjatuhkan sanksi ekonomi terhadap Rusia sekaligus memberi dukungan militer kepada Ukraina.
Hingga kini, konflik masih berlangsung karena sengketa wilayah dan kepentingan strategis kedua pihak belum menemukan titik temu.
Selengkapnya, berikut ini rangkuman peristiwa yang terjadi dalam perang Rusia-Ukraina hari ke-1496, Senin (30/3/2026):
Drone Ukraina Hantam Taganrog
Serangan drone Ukraina menewaskan satu orang di Taganrog, Rusia selatan.
Baca juga: Drone Ukraina Hantam Kilang Minyak Rusia di Yaroslavl, Kebakaran Hebat Guncang Dekat Moskow
Dilansir The Guardian, delapan orang lainnya dilaporkan terluka akibat serangan tersebut.
Otoritas setempat menyebut sejumlah rumah dan bangunan bisnis mengalami kerusakan.
Gubernur Rostov, Yuri Slyusar, mengatakan puing drone yang jatuh memicu kebakaran di beberapa titik.
“Tim darurat sedang bekerja di lokasi kejadian,” ujarnya melalui Telegram.
Warga di area terdampak langsung dievakuasi untuk menghindari risiko lanjutan.
Wali Kota Taganrog, Svetlana Kambulova, menyebut kerusakan yang terjadi cukup luas.
Taganrog merupakan kota pelabuhan strategis di Laut Azov, dekat perbatasan Ukraina.
Pelabuhan Minyak Rusia Diserang Drone
Serangan drone Ukraina kembali menghantam pelabuhan Ust-Luga di Laut Baltik.
Pelabuhan ini merupakan salah satu pusat ekspor minyak terbesar Rusia.
Serangan pada Minggu memicu kebakaran di terminal minyak.
Api berhasil dipadamkan setelah tim darurat dikerahkan.
Badan keamanan Ukraina, SBU, mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Mereka menyebut fasilitas energi mengalami kerusakan serius.
Serangan ini memperpanjang rangkaian gangguan di koridor energi Rusia.
Sebelumnya, pelabuhan Ust-Luga dan Primorsk juga diserang hingga menghentikan distribusi minyak.
Gangguan ini terjadi saat harga minyak global menembus 100 dolar per barel.
Baca juga: Perang Rusia-Ukraina Hari ke-1.494, Zelenskyy Ungkap Kendala Negosiasi
Gubernur Leningrad, Alexander Drozdenko, mengatakan tambahan pasukan pemadam telah dikerahkan.
Dua kereta pemadam kebakaran diturunkan untuk mengendalikan api.
Serangan Rusia Tewaskan Warga Sipil
Serangan Rusia di Kramatorsk, Ukraina timur, menewaskan tiga orang.
Sebanyak 13 orang lainnya dilaporkan terluka.
Polisi Ukraina menyebut seorang anak laki-laki berusia 13 tahun termasuk korban tewas.
Serangan dilakukan menggunakan bom luncur.
Kramatorsk kembali digempur dua jam setelah serangan pertama.
Wilayah lain seperti Oleksiievo-Druzhkivka dan Sloviansk juga terdampak.
Serangan ini menambah intensitas pertempuran di garis depan timur Ukraina.
Laporan korban belum dapat diverifikasi secara independen.
Komentar CEO Rheinmetall Picu Kontroversi
Rheinmetall menuai kritik setelah pernyataan CEO-nya soal drone Ukraina.
CEO Armin Papperger menyebut produksi drone Ukraina seperti “ibu rumah tangga di dapur”.
Ia menilai teknologi tersebut tidak sebanding dengan industri pertahanan besar.
Pernyataan itu memicu reaksi keras dari pejabat Ukraina.
Penasihat Presiden Ukraina, Alexander Kamyshin, menegaskan efektivitas drone Ukraina di medan perang.
Ia juga menyoroti peran besar perempuan dalam industri pertahanan negara itu.
Tagar #MadeByHousewives viral di media sosial sebagai bentuk respons publik.
Baca juga: Eskalasi Perang Dorong Ukraina Cari Dukungan Timur Tengah dan Perkuat Sistem Pertahanan
Rheinmetall kemudian menyampaikan klarifikasi dan menyatakan menghormati rakyat Ukraina.
Perdana Menteri Yulia Svyrydenko menegaskan kontribusi warga Ukraina layak dihargai.
Zelensky Cari Dukungan Yordania
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky membahas kerja sama keamanan dengan Yordania.
Pembicaraan dilakukan dengan Raja Abdullah terkait ancaman drone.
Zelensky menyebut diskusi mencakup situasi Timur Tengah dan kawasan Teluk.
Ia menekankan pentingnya sistem pertahanan terpadu untuk melindungi warga dan infrastruktur.
Ukraina mengklaim telah mengembangkan sistem tersebut selama perang melawan Rusia.
Baca juga: Stok Senjata Menipis! Pentagon Siap Alihkan Bantuan Ukraina ke Timur Tengah demi Hadapi Iran
Pengalaman menghadapi drone Iran menjadi bagian dari kemampuan itu.
Zelensky menawarkan kerja sama teknologi kepada negara mitra.
Langkah ini diambil di tengah ketidakpastian bantuan militer dari Barat.
Ukraina berharap dukungan baru dapat memperkuat pertahanan mereka.
(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.