Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Rusia Wanti-wanti Serangan ke Kyiv, Minta Staf Negara Asing Tinggalkan Ukraina

Isyaratkan serangan besar, Rusia memperingatkan duta negara asing yang ada di Kyiv untuk meninggalkan kota itu pada peringatan Hari Kemenangan.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Rusia Wanti-wanti Serangan ke Kyiv, Minta Staf Negara Asing Tinggalkan Ukraina
Kremlin
PUTIN DAN JINPING - Foto diambil dari Kantor Kremlin memperlihatkan Presiden Rusia Vladimir Putin (kanan) bersama Presiden Republik Rakyat Tiongkok Xi Jinping (kiri) pada parade militer untuk memperingati 80 tahun Kemenangan dalam Perang Patriotik Besar Uni Soviet pada 9 Mei 2025 di Lapangan Merah, Moskow. (Foto: Sergei Bobylev, RIA Novosti). Pada 6 Mei 2026, Rusia memperingatkan duta negara asing yang ada di Kyiv untuk meninggalkan kota itu pada peringatan Hari Kemenangan pada 9 Mei 2026. 

Ringkasan Berita:

TRIBUNNEWS.COM - Perang antara Rusia dan Ukraina memasuki hari ke-1.534 pada Kamis (7/5/2026).

Rusia meminta sejumlah kedutaan asing di Kyiv untuk mengevakuasi staf mereka menjelang parade Hari Kemenangan yang akan digelar di Moskow akhir pekan ini.

"Kementerian Luar Negeri Rusia sangat mendesak pihak berwenang negara Anda untuk menanggapi pernyataan ini dengan penuh tanggung jawab dan memastikan evakuasi tepat waktu personel diplomatik dan misi lainnya dari kota Kyiv, mengingat kemungkinan serangan balasan oleh angkatan bersenjata Rusia terhadap Kyiv,” kata juru bicara Maria Zakharova dalam sebuah video yang diunggah di Telegram, Rabu (6/5/2026).

Permintaan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Rusia dan Ukraina terkait keamanan peringatan tahunan tersebut.

Presiden Rusia Vladimir Putin sebelumnya menginginkan gencatan senjata sementara dengan syarat yang ditentukan Moskow guna menjamin kelancaran parade.

Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengindikasikan bahwa Kyiv tampaknya tidak tertarik pada gencatan senjata yang terbatas pada perayaan Hari Kemenangan Rusia pada 9 Mei, yang memperingati kemenangan Uni Soviet atas Nazi Jerman.

Rekomendasi Untuk Anda

"Berdasarkan perkembangan hari ini, kita melihat bahwa Rusia telah menanggapi usulan gencatan senjata dengan serangan lebih lanjut dan serangan baru," kata Zelenskyy.

"Tergantung pada situasi semalam dan besok (Kamis), kami juga akan menentukan tanggapan kami yang sepenuhnya dibenarkan," ujarnya.

Sepanjang hari, laporan serangan Rusia terus berdatangan dari berbagai oblast: oblast Donetsk, Kharkiv, dan Dnipropetrovsk, kota dan oblast Sumy, Oblast Chernihiv, Zaporizhzhia, dan Kherson. Rusia tidak menghentikan satu pun jenis aktivitas militer.

Laporan tersebut menunjukkan bahwa Rusia tidak menghargai tawaran Kyiv untuk pembicaraan gencatan senjata.

Baca juga: Jika Rusia Setuju, Ukraina Siap Memperpanjang Gencatan Senjata

"Rusia telah menerima usulan yang jelas dari kami untuk diam dan berdiplomasi, dan tahu bagaimana menghubungi Ukraina atau mitra kami untuk menyepakati detailnya. Tetapi jika satu orang di Moskow yang tidak bisa hidup tanpa perang hanya tertarik pada satu parade (pada Hari Kemenangan) dan tidak ada yang lain, itu adalah masalah yang berbeda. Ukraina siap bekerja untuk perdamaian," kata Zelenskyy.

"Ukraina berupaya mengakhiri perang ini dengan bermartabat. Rusia telah berperang sampai pada titik di mana bahkan parade utamanya sekarang bergantung pada kami. Dan ini adalah sinyal yang jelas: sudah saatnya untuk mengakhirinya," lanjutnya, seperti diberitakan Pravda.

Sebelumnya, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy justru menawarkan gencatan senjata yang dimulai sebelum parade berlangsung dan bisa diperpanjang setelahnya apabila Rusia menghentikan serangan terhadap Ukraina.

Meski demikian, Rusia masih bersiap melakukan tindakan militer jika ada ancaman terhadap acara tersebut.

Peringatan Rusia menimbulkan kekhawatiran baru terhadap keselamatan warga sipil dan staf diplomatik di ibu kota Ukraina.

Rusia Ancam Serang Kyiv Jika Parade Hari Kemenangan Diganggu

Halaman 1/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas