Trump Sebut Iran Setuju dengan Kesepakatan Damai, tapi Terus Tebar Ancaman
Presiden AS, Donald Trump mengklaim bahwa Iran telah menyetujui kesepakatan damai. Akan tetapi, Trump terus menebar ancaman terhadap Iran.
Penulis:
Whiesa Daniswara
Editor:
Wahyu Gilang Putranto
Ringkasan Berita:
- Presiden AS, Donald Trump menyebut Iran telah menyetujui kesepakatan damai dengan Washington.
- Dalam pernyataannya, Trump mengklaim bahwa operasi militer AS dan Israel selama satu bulan terakhir telah berhasil memicu "pergantian rezim" di Iran.
- Menurut Trump, tewasnya sejumlah petinggi Teheran dalam peperangan ini telah mengubah peta politik di negara tersebut.
TRIBUNNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump kembali melontarkan pernyataan yang mengejutkan di tengah konflik Timur Tengah.
Trump mengklaim bahwa operasi militer AS dan Israel selama satu bulan terakhir telah berhasil memicu "pergantian rezim" di Iran.
Ia pun optimistis kesepakatan damai dengan Teheran bakal segera tercapai dalam waktu dekat.
Menurut Trump, tewasnya sejumlah petinggi Teheran dalam peperangan ini telah mengubah peta politik di negara tersebut.
"Kita sudah berhasil melakukan pergantian rezim."
"Sekarang kita berhadapan dengan orang-orang yang berbeda, kelompok yang benar-benar baru," kata Trump, mengutip Al Arabiya.
Trump bahkan memuji kepemimpinan baru di Iran yang ia sebut jauh lebih "masuk akal" dibandingkan pendahulunya.
Saat disinggung apakah kesepakatan resmi akan diteken pada pekan ini, Trump memberikan sinyal positif.
"Saya melihat akan ada kesepakatan (dengan Iran)," tambahnya.
Meski nada bicara Trump mulai melunak, situasi di lapangan masih mencekam.
Di hari yang sama, Teheran dilaporkan mengalami pemadaman listrik massal setelah fasilitas pembangkit listrik mereka dihantam serangan udara.
Baca juga: Infrastruktur Energi Jadi Sasaran Serangan, Sejumlah Wilayah Iran Alami Pemadaman Listrik
Sejauh ini, Trump memang kerap menebar ancaman akan melumpuhkan total infrastruktur energi Iran jika mereka tidak mau duduk di meja perundingan.
Walaupun tenggat waktu serangan tersebut sempat diundur beberapa kali, tekanan militer Washington tampaknya menjadi senjata utama Trump untuk memaksa Iran bertekuk lutut.
Membuat Pasar Bertanya-tanya
Pernyataan Trump terkait konflik dengan Iran memicu spekulasi liar di kalangan investor.
Dampaknya, harga minyak mentah dunia meroket tajam, dengan jenis Brent kini bertengger di kisaran US$116 per barel.
Baca tanpa iklan