Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Bos AirAsia Jamin Tarif Maskapainya Tetap Terjangkau meski Ada Krisis BBM

Alih-alih mengalami penurunan pemesanan tiket, Air Asia justru mengklaim bahwa permintaan perjalanan saat ini justru alami peningkatan.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Bobby W
Editor: Suci BangunDS
zoom-in Bos AirAsia Jamin Tarif Maskapainya Tetap Terjangkau meski Ada Krisis BBM
Tribunnews/Ibel
TIKET PESAWAT - Pesawat Indonesia AirAsia QZ 526 mendarat di Bandara Internasional Kota Kinabalu (BKI), Malaysia, Selasa (6/2/2024). Di tengah konflik di Timur Tengah, Air Asia justru mengklaim bahwa permintaan perjalanan saat ini justru alami peningkatan. 

Namun demikian, Tony menjamin AirAsia akan mencoba yang terbaik untuk mempertahankan tarif yang terjangkau bagi penumpang.

Ia menambahkan, perusahaan tetap merasa yakin untuk bangkit lebih kuat dari krisis ini, karena pihak manajemen memanfaatkan periode ini untuk meningkatkan efisiensi.

Saat ini, harga minyak dilaporkan akan memiliki sedikit atau bahkan tidak ada dampak langsung terhadap bisnis non-penerbangan lainnya yang berada di bawah naungan Capital A.

Sebelumnya, Capital A telah menunjuk Effendy Shahul Hamid sebagai Deputy Chief Executive baru saat perusahaan memasuki fase pertumbuhan baru, menyusul penjualan bisnis penerbangannya ke AirAsia X Berhad.

Saat ini Capital A mengoperasikan lima cabang bisnis, yakni Asia Digital Engineering (ADE) untuk pemeliharaan, perbaikan, dan pemeriksaan; Teleport untuk logistik; AirAsia MOVE untuk platform mobilitas dan perjalanan; AirAsia Next untuk merek dan kekayaan intelektual; serta Santan untuk bisnis makanan dan minuman.

Unit bisnis ADE saat ini sedang memperluas empat lini pemeliharaan baru di Kuala Lumpur dan merencanakan pembangunan hanggar baru di Thailand, Bahrain, serta Filipina pada paruh kedua tahun ini.

Baca juga: Tiket Pesawat Mahal, DPR Soroti Dugaan Monopoli Penerbangan di Kawasan Timur Indonesia

Sementara itu, unit logistik Teleport mendapatkan keuntungan dari meningkatnya permintaan e-commerce dan berkurangnya kapasitas kargo global di antara maskapai-maskapai Timur Tengah.

Rekomendasi Untuk Anda

Perusahaan juga berencana untuk memperluas bisnis makanan dan minumannya melalui konsep grab-and-go dan format restoran kecil, dengan tujuan untuk mereplikasi kesuksesan McDonald’s dalam ruang lingkup ASEAN.

Selain itu, terdapat rencana untuk mencatatkan AirAsia Next di bursa saham Amerika Serikat pada akhir tahun ini, serta mengupayakan pencatatan ganda Capital A di Hong Kong pada Juli atau Agustus mendatang dengan tujuan merambah pasar Asia Utara.

(Tribunnews.com/Bobby)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas