Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Blunder OpenAI Buat Saham Chip Global Kompak Ambrol, Hype AI Segera Usai?

Rontoknya saham produsen memori chip ini pun memicu harapan bahwa harga RAM komputer akan kembali turun dari level tertingginya

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Bobby W
Editor: Suci BangunDS
zoom-in Blunder OpenAI Buat Saham Chip Global Kompak Ambrol, Hype AI Segera Usai?
Tangkap layar channel YouTube Y Combinator
SAM ALTMAN OPENAI - CEO OpenAI Sam Altman dalam sebuah wawancara yang diunggah di channel YouTube Y Combinator. Sam Altman tegas menolak tawaran akuisisi perusahaannya senilai 97,4 miliar dolar AS atau setara Rp 1.500 Triliun yang diajukan Elon Musk kepadanya. 

Ringkasan Berita:
  • Saham produsen Chip seperti Samsung, SK Hynix, dan Micron anjlok hingga 20 persen akibat kontroversi proyek "Stargate" OpenAI
  • Demi prioritaskan pesanan dari Sam Altman, produsen seperti Micron mengorbankan pasar konsumen dengan penutupan produsen memori Crucial
  • Strategi ini jadi blunder setelah permintaan perangkat keras diprediksi menurun akibat terobosan TurboQuant Google
  • TurboQuant, diklaim mampu memangkas kebutuhan memori AI hingga 6 kali lipat memicu kekhawatiran terjadinya stok memori berlebih

 

TRIBUNNEWS.COM – Sektor saham cip komputer global tengah berada dalam tekanan hebat pada pekan ini setelah sejumlah perusahaan raksasa produsen memori dunia seperti Samsung Electronics, SK Hynix, hingga Micron Technology pada Selasa (31/3/2026) melaporkan penurunan harga saham yang tajam.

Anjloknya saham-saham produsen ini dipicu oleh dua faktor utama.

Pertama adalah kontroversi kesepakatan infrastruktur AI milik CEO OpenAI, Sam Altman.

Kedua, munculnya teknologi efisiensi Artificial Intelligence (AI) terbaru dari Google yang berpotensi memangkas kebutuhan perangkat keras seperti memori RAM secara drastis.

OpenAI Jadi Biang Kerok

Rontoknya saham--saham produsen memori dan chip pada pekan ini sendiri berakar dari Letter of Intent (LOI) yang ditandatangani oleh CEO OpenAI, Sam Altman dengan Samsung dan SK Hynix pada Oktober 2025 lalu.

Rekomendasi Untuk Anda

LOI sendiri adalah surat pernyataan minat atau kesepakatan awal yang belum bersifat mengikat secara hukum, namun menunjukkan komitmen serius antarperusahaan untuk bekerja sama.

Saat itu, kedua perusahaan Korea Selatan tersebut sepakat memasok hingga 900.000 wafer DRAM per bulan untuk proyek ambisius OpenAI bernama 'Stargate'.

Wafer DRAM merupakan piringan silikon tipis yang menjadi bahan baku utama pembuatan cip memori komputer.

Satu unit wafer biasanya dipotong menjadi ratusan keping cip memori yang digunakan pada HP, laptop, hingga peladen (server) AI.

Adapun pemesanan 900.000 wafer DRAM dari OpenAI tersebut setara dengan 40 persen dari total pasokan atau produksi memori cip secara global.

Baca juga: Kesalahan Sistem, Fitur AI Apple Muncul di China Lebih Awal

Meski kesepakatan tersebut, belum bersifat mengikat (non-binding), pasar justru bereaksi berlebihan.

Akibat deal OpenAI ini, harga kontrak penjualan DRAM melonjak hingga 171 persen karena kekhawatiran kelangkaan pasokan global.

Melansir dari Reuters, rencana ini bahkan mendorong rancangan pembangunan pusat data raksasa di Korea Selatan secara mendadak.

Euforia ini membuat produsen memori chip seperti Micron Technology rela mengorbankan pasar konsumen biasa.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas