Blunder OpenAI Buat Saham Chip Global Kompak Ambrol, Hype AI Segera Usai?
Rontoknya saham produsen memori chip ini pun memicu harapan bahwa harga RAM komputer akan kembali turun dari level tertingginya
Penulis:
Bobby W
Editor:
Suci BangunDS
Rontoknya saham produsen memori chip ini pun memicu harapan bahwa harga RAM akan kembali turun dari level tertingginya sepanjang sejarah.
Sebelumnya, sejumlah produsen perangkat elektronik tersebut sudah kompak menaikkan nilai jual barangnya setelah harga cip memori melonjak tajam.
Kenaikan ini berujung pada penurunan tajam angka penjualan.
Sebagai upaya menekan biaya, para produsen juga tengah mempertimbangkan untuk menyematkan kapasitas memori yang lebih kecil pada perangkat baru, yang berisiko membuat perangkat menjadi lebih lambat dan kurang andal.
Kini setelah sentimen pasar berubah 180 derajat, penurunan harga barang elektronik pun dinilai akan segera terjadi.
Setiap penurunan harga akan menjadi kabar baik bagi konsumen, mengingat krisis pasokan diperkirakan akan berdampak buruk pada perangkat seperti ponsel pintar, komputer, dan konsol gim yang juga bergantung pada cip memori.
IDC selaku lembaga riset pasar, konsultan, dan penyedia data global yang fokus pada industri teknologi informasi (IT), telekomunikasi, dan teknologi konsumen pun buka suara terkait peluang tersebut.
Melansir dari Daily Telegraph pada Rabu (1/4/2026), IDC memperkirakan imbas rontoknya saham produsen memori ini tidak akan langsung dirasakan.
Baca juga: Lestari Moerdijat: Pemanfaatan AI Harus Mampu Perkuat Proses Berpikir Kritis Peserta Didik
Menurut IDC, hal ini terjadi mengingat sejumlah produsen barang elektronik yang menggunakan memori cip sudah menaikkan harga produk mereka, seperti ponsel, hingga 8 persen tahun ini.
Francisco Jeronimo, seorang analis di lembaga riset teknologi IDC, memperingatkan bahwa masih terlalu dini untuk memastikan apakah penurunan harga cip memori ini akan berlangsung secara berkelanjutan.
Namun, ia menambahkan bahwa masih ada harapan penurunan harga akan berlangsung sesegera mungkin.
“Jika kontrak-kontrak tersebut tidak terpenuhi, atau jika mereka memangkas investasi yang sedang berjalan, maka harga memori dipastikan akan mereda dan hal itu akan berdampak positif bagi industri elektronik konsumen.” pungkas Jeronimo.
(Tribunnews.com/Bobby)
Baca tanpa iklan