Imbas Krisis BBM, Warga Thailand Ramai Berhijrah Pakai Kendaraan Listrik
Sebagai salah satu negara paling terdampak oleh krisis BBM, Warga Thailand kini mulai ramai berhijrah menggunakan mobil listrik
Penulis:
Bobby W
Editor:
Tiara Shelavie
Ringkasan Berita:
- Lonjakan harga BBM domestik imbas konflik Timur Tengah memicu masyarakat Thailand untuk beralih ke kendaraan listrik (BEV), dengan proyeksi penjualan mencapai 120.000 unit pada tahun 2026
- Didukung insentif pajak , berbagai instansi pemerintah dan perusahaan logistik di Thailand juga mulai beralih ke armada listrik
- Merespons tren elektrifikasi dan harga minyak yang fluktuatif, BUMN energi Thailand, PTT OR, mengalihkan fokus bisnisnya untuk membangun jaringan SPKLU secara masif di seluruh Thailand
TRIBUNNEWS.COM - Di balik keresahan yang ditimbulkan oleh lonjakan harga minyak dunia, sejumlah sektor justru mendapatkan dampak yang menguntungkan akibat fenomena tersebut.
Hal ini bisa dilihat dari dampak signifikan yang mendorong industri mobil listrik untuk menjadi primadona baru bagi warga di Thailand.
Sebagai salah satu negara di Asia Tenggara yang paling terdampak oleh krisis Bahan Bakar Minyak (BBM), pasar kendaraan listrik berbasis baterai (Battery Electric Vehicle/BEV) di Negeri Gajah Putih justru diprediksi akan mengalami pertumbuhan pesat pada tahun 2026 ini.
Hal ini dikarenakan besarnya potensi warga di Thailand untuk "berhijrah" sebagai antisipasi beban biaya bahan bakar yang kian mencekik,
Melansir Bangkok Post, Asosiasi Kendaraan Listrik Thailand (EVAT) bahkan memproyeksikan penjualan mobil listrik dapat menembus angka 120.000 unit.
Optimisme ini muncul menyusul meroketnya harga BBM domestik secara terus-menerus di Thailand sebagai imbas dari meningkatnya ketegangan konflik di Timur Tengah.
Bahkan, kenaikan tersebut membuat harga eceran untuk solar dan bensin di Thailand mencapai rekor tertinggi sepanjang masa Senin larut malam (30/3/2026).
Presiden EVAT, Suroj Sangsanit, membenarkan bahwa harga bahan bakar domestik yang tidak menentu menjadi katalis utama pergeseran tren ini.
"Mobil penumpang BEV dan kendaraan komersial listrik seperti truk, van, dan pikap akan menjadi pendorong utama pertumbuhan tahun ini," ungkap Suroj pada Rabu (1/4/2026).
Peningkatan minat masyarakat ini tengah dipantau secara langsung oleh EVAT pada ajang Bangkok International Motor Show ke-47.
Antusiasme tersebut sebenarnya sudah terlihat sejak tahun lalu, di mana Federasi Industri Thailand mencatat lonjakan penjualan BEV domestik sebesar 80 persen menjadi 120.301 unit.
Baca juga: DPR Ingatkan Pemerintah Perketat Pengawasan Cegah Praktik Penimbunan BBM
Namun demikian, CEO Mercedes-Benz Thailand, Christian Schell, memberikan pandangan yang lebih berhati-hati.
Menurutnya, meskipun harga minyak naik, peralihan ke BEV mungkin tidak akan terjadi secara instan.
Konsumen Thailand masih memiliki alternatif seperti kendaraan hybrid dan plug-in hybrid yang masih membutuhkan bensin.