Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Muncul Desakan agar Prajurit TNI Ditarik dari Lebanon, Pakar: Harus Hitung Untung Ruginya

Selamat Ginting meminta agar pemerintah melakukan perhitungan matang di tengah munculnya desakan untuk menarik prajurit TNI dari Lebanon.

Tribun X Baca tanpa iklan

Ringkasan Berita:
  • Di tengah munculnya desakan untuk menarik prajurit TNI dari Lebanon, analis politik dan militer Universitas Nasional (UNAS) Selamat Ginting meminta agar pemerintah melakukan perhitungan matang.
  • Selamat menjelaskan bahwa penarikan pasukan memiliki keuntungan, yaitu untuk menghindari korban lanjutan dalam misi perdamaian UNIFIL.
  • Sementara itu, jika tiba-tiba menarik pasukannya dari Lebanon, hal itu juga bisa menimbulkan kerugian bagi Indonesia berupa penurunan kredibilitas di kancah internasional.

TRIBUNNEWS.COM - Analis politik dan militer dari Universitas Nasional (UNAS), Selamat Ginting, meminta agar pemerintah melakukan perhitungan matang di tengah munculnya desakan untuk menarik prajurit TNI dari Lebanon.

Menurutnya, pemerintah tak bisa begitu saja menarik pasukannya setelah tiga prajurit TNI gugur akibat terkena serangan misil dari Israel.

"Iya, tentu kita tidak akan otomatis melakukan hal itu, ya. Tentu harus menghitung keuntungan kerugiannya," ujar Selamat Ginting dalam program On Focus yang tayang di YouTube Tribunnews, Kamis (2/4/2026).

Selamat Ginting menjelaskan bahwa penarikan pasukan memiliki keuntungan, yaitu untuk menghindari korban lanjutan dalam misi perdamaian UNIFIL.

"Penarikan pasukan keuntungannya tentu saja untuk menghindari korban lanjutan. Jangan sampai ada pasukan kita yang gugur lagi di sana," tuturnya.

Sementara itu, jika tiba-tiba menarik prajurit TNI dari Lebanon, hal itu juga bisa menimbulkan kerugian bagi Indonesia berupa penurunan kredibilitas di kancah internasional.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kalau kita tiba-tiba menarik (prajurit TNI dari Lebanon), ini justru akan menurunkan kredibilitas Indonesia dalam misi global sekaligus mengurangi posisi tawar diplomatik Indonesia di kancah dunia internasional," paparnya.

Menurut Selamat Ginting, langkah rasional yang perlu ditempuh Indonesia adalah melakukan evaluasi dan bukan menarik pasukan secara penuh kecuali situasi di Lebanon tiba-tiba berubah menjadi perang terbuka secara penuh.

 "Jadi kita harus hitung kalkulasinya secara diplomasi dan secara militer," tegas Ginting.

Jenazah Korban Masih di Lebanon

Sementara itu, tiga jenazah prajurit TNI Kontingen Garuda yang gugur dalam misi pemeliharaan perdamaian di Lebanon di bawah mandat PBB atau UNIFIL direncanakan tiba di tanah air akhir pekan ini.

Ketiga jenazah tersebut, yakni Praka Farizal Romadhon, Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, dan Sertu Muhammad Nur Ichwan.

Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan), Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, mengatakan saat ini ketiga jenazah sudah berada di Rumah Sakit di Lebanon untuk dipulasarakan.

Baca juga: Jenazah Prajurit TNI yang Gugur Masih di Lebanon, Berangkat ke Tanah Air Besok atau Lusa

"Jenazah dari pada prajurit TNI yang sudah gugur di UNIFIL saat ini sudah berada di Rumah Sakit Saida yang berada di Lebanon dan sedang pemulasaraan jenazah yang rencananya akan dikembalikan ke Tanah Air," kata Rico saat ditemui di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat pada Kamis.

"Pemberangkatan kemungkinan kalau tidak hari Jumat akan dilaksanakan hari Sabtu (akhir pekan ini)," lanjut Rico.

Rico mengatakan, hal itu dilakukan karena masih minimnya penerbangan yang beroperasi.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas