Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Dunia Sambut Gencatan Senjata AS-Iran, Indonesia Serukan Hormati Kedaulatan dan Diplomasi

Dunia sambut gencatan senjata AS-Iran, para pemimpin global desak komitmen penuh demi perdamaian Timur Tengah.

Tayang:
Baca & Ambil Poin

Ringkasan Berita:
  • Dunia menyambut gencatan senjata AS-Iran dan mendesak perdamaian.
  • Banyak negara tekankan diplomasi dan komitmen penuh kedua pihak.
  • Pakistan jadi mediator kunci, namun kesepakatan dinilai masih rapuh.

 

TRIBUNNEWS.COM - Gencatan senjata dua minggu antara Amerika Serikat (AS) dan Iran memicu respons luas dari para pemimpin dunia.

Kesepakatan yang diumumkan Presiden AS Donald Trump ini disebut sebagai momentum penting untuk meredakan konflik Timur Tengah.

Media Al Jazeera melaporkan, dunia mendesak kedua pihak memanfaatkan peluang ini untuk mencapai perdamaian jangka panjang.

Gencatan senjata juga dikaitkan dengan rencana pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur vital bagi sekitar 20 persen pasokan minyak global.

Gencatan senjata AS-Iran ini dipandang sebagai peluang penting untuk mencegah konflik lebih luas.

Rekomendasi Untuk Anda

Dunia kini menunggu apakah momentum ini akan berujung pada perdamaian jangka panjang.

Indonesia

Pemerintah Indonesia menyambut positif kesepakatan tersebut.

Menteri Luar Negeri Yvonne Mewengkang menekankan pentingnya prinsip hubungan internasional.

“Hormati kedaulatan, integritas teritorial, dan diplomasi,” ujarnya, dikutip Reuters.

Indonesia juga menyerukan penyelesaian damai dan stabilitas kawasan.

Selain itu, Jakarta meminta penyelidikan atas tewasnya pasukan penjaga perdamaian asal Indonesia di Lebanon.

Baca juga: Di Balik Gencatan Senjata AS-Iran, Peran Kunci Mojtaba Khamenei Membuat Keputusan Akhir

Perserikatan Bangsa-Bangsa

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres menyambut kesepakatan tersebut.

“Penghentian permusuhan sangat dibutuhkan untuk melindungi nyawa warga sipil.”

Ia menyerukan semua pihak mematuhi hukum internasional.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas