Nasib Trump dan Netanyahu Saat Ini, Dimakzulkan atau Penjara
Trump menyerang Candace Owens dan Alex Jones, dua tokoh konservatif yang menyerukan agar dia dicopot dari jabatannya.
Editor:
Hasanudin Aco
Bennett mengatakan bahwa Netanyahu berbohong kepada publik dan "menjual ilusi" tentang apa yang bisa dimenangkan.
Pemimpin Partai Demokrat, Yair Golan, menambahkan bahwa Netanyahu seharusnya "berdiri di hadapan bangsa, mengakui kegagalan strateginya dan mengumumkan pengunduran dirinya segera setelah gencatan senjata dengan Iran.
Sementara itu, Al Jazeera memberitakan bahwa sidang kasus korupsi Benjamin Netanyahu akan dilanjutkan pada hari Minggu (12/4/2026) lusa.
Pengadilan setempat mengumumkan hal itu setelah Israel mencabut keadaan darurat di dalam negeri setelah gencatan senjata dengan Iran diberlakukan dua pekan ke depan.
Kasus korupsi Netanyahu sudah lama diusut pengadilan setempat.
Dia membantah tuduhan penyuapan dan penipuan yang terjadi kepadanya di tahun 2019 silam.
Ada dua kasus korupsi besar yang dituduhkan kepada Netanyahu yakni diduga memberikan kebijakan regulasi sekitar 1,8 miliar shekel (Rp 8,3 triliun) kepada Bezeq Telecom Israel.
Netanyahu dan istrinya diduga menerima hadiah tidak sah senilai hampir 700.000 shekel (Rp 3,5 miliar) dari Arnon Milchan produser Hollywood dan miliarder Australia James Packer.
Sidang ini sebenarnya berulang kali ditunda karena negara itu berperang melawan Hamas dan Iran.
Jika terbukti di pengadilan maka nasib Netanyahu akan berakhir di penjara.
Tahun 2014 lalu, Pengadilan Israel pernah memenjarakan seorang perdana menteri yakni Ehud Olmert.
Dia terjerat kasus korupsi menerima puluhan ribu dolar uang suap untuk mempromosikan proyek real-estate di Jerusalem.
Ehud Olmert terbukti menerima suap saat masih menjabat walikota Yerusalem sebelum menjadi perdana menteri tahun 2006.
Baca tanpa iklan