Hari ke-42 Perang Iran: Lebanon Berdarah, Gencatan Senjata Diperdebatkan
Lebanon berduka 200 korban tewas, gencatan senjata AS-Iran diperdebatkan, tensi kawasan kembali memanas.
Penulis:
Andari Wulan Nugrahani
Editor:
Whiesa Daniswara
Di sisi lain, upaya diplomasi terus berjalan dengan Pakistan menjadi tuan rumah pembicaraan lanjutan AS-Iran.
Utusan PBB Jean Arnault juga melakukan pertemuan dengan pejabat Iran di Teheran.
Tekanan Global dan Eskalasi Regional
Di kawasan Teluk, Arab Saudi melaporkan serangan Iran menghantam infrastruktur energi.
Serangan tersebut disebut mengganggu produksi minyak dan listrik di beberapa wilayah strategis.
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer melakukan kunjungan ke negara-negara Teluk.
Ia menekankan pentingnya membuka kembali Selat Hormuz secara penuh untuk stabilitas global.
Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia mendesak Israel membatalkan ancaman terhadap fasilitas medis di Beirut.
Baca juga: Mantan Menlu Iran Kamal Kharrazi Gugur sebagai Martir Usai Serangan AS-Israel di Teheran
Kanada juga menyerukan Israel untuk menghormati kedaulatan Lebanon.
Tekanan Internal dan Ancaman Baru
Di Israel, Netanyahu menghadapi kritik dari wilayah utara terkait eskalasi konflik.
Sirene serangan udara dilaporkan berbunyi di Haifa dan sekitarnya setelah peluncuran roket dari Lebanon.
Di Irak, serangan drone menghantam fasilitas diplomatik Amerika Serikat di Baghdad.
Pemerintah AS memanggil duta besar Irak menyusul insiden tersebut.
Situasi Kemanusiaan Memburuk
Di Lebanon, fasilitas kesehatan kewalahan menangani ratusan korban luka.
Ribuan warga dilaporkan mengungsi akibat serangan yang terus berlanjut.
Pasukan Israel juga dilaporkan memperluas operasi darat di Lebanon selatan.
Baca tanpa iklan