Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Dari Plato ke Politik, Studi Klasik Barat di China Jadi Sorotan

ketertarikan China terhadap studi Yunani dan Latin di tengah menurunnya perhatian terhadap bidang tersebut meningkat.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Wahyu Aji
zoom-in Dari Plato ke Politik, Studi Klasik Barat di China Jadi Sorotan
Pixabay
Ilustrasi bendera China - Ketertarikan China terhadap studi Yunani dan Latin di tengah menurunnya perhatian terhadap bidang tersebut meningkat. Apa maknanya? 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Meningkatnya ketertarikan China terhadap studi Yunani dan Latin di tengah menurunnya perhatian terhadap bidang tersebut di sejumlah universitas Barat, menjadi fenomena baru. 

Laporan media The New Yorker menyoroti perubahan ini, dengan mencatat bahwa departemen studi klasik di Amerika Serikat dan Inggris mengalami penurunan, sementara China justru meningkatkan investasi di bidang tersebut.

Dikutip dari Bitter Winter, Sabtu (11/4/2026), Massimo Introvigne seorang sosiolog asal Italia menyebut China berpotensi menjadi 'pelindung utama karya klasik Barat'.

Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah akademisi Barat dilaporkan diundang ke China untuk menghadiri forum dan konferensi dengan fasilitas yang jauh lebih besar dibandingkan di negara asal mereka.

Di sisi lain, mahasiswa China menunjukkan minat tinggi terhadap studi klasik yang sebelumnya identik dengan dunia Barat.

Suara China di Panggung Global

Salah satu contoh adalah Konferensi Klasik Dunia 2024 yang digelar di dekat Beijing.

Acara tersebut disebut sebagai salah satu forum akademik paling besar dan mewah di bidang studi klasik, dengan kehadiran akademisi internasional dan fasilitas berskala besar.

Rekomendasi Untuk Anda

Namun, arah pengembangan studi ini juga diwarnai dimensi ideologis.

Dalam laporan media pemerintah China, konferensi tersebut disebut perlu mengikuti “arah politik yang benar” dan membangun kerangka teori yang dipandu oleh Pemikiran Xi Jinping tentang kebudayaan.

Laporan tersebut juga menekankan pentingnya memproyeksikan suara China dengan jelas di panggung global, yang disebut menunjukkan adanya keterkaitan antara studi akademik dan kepentingan negara.

Massimo menilai pendekatan ini tidak hanya berkaitan dengan bidang akademik, tetapi juga bagian dari strategi diplomasi budaya dan geopolitik China.

Beijing disebut memanfaatkan kedekatan historis dengan Yunani, termasuk melalui kerja sama ekonomi dan investasi infrastruktur, untuk memperkuat pengaruhnya di Eropa.

Pemikiran Klasik

Di sisi lain, tulisan tersebut menyoroti adanya pemisahan konseptual yang dilakukan China antara Barat klasik dan Barat modern.

Dalam surat yang dikaitkan dengan Presiden Xi Jinping, disebutkan bahwa peradaban Yunani dan Romawi kuno dapat dipandang berbeda dari nilai-nilai Barat modern seperti liberalisme dan demokrasi multipartai.

Pendekatan ini dinilai memungkinkan China mengadopsi unsur budaya klasik Barat sekaligus menolak sistem politik modern yang berkembang di Barat.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas