Trump Semakin Tidak Populer, Warga AS Frustasi dengan Kenaikan Harga BBM
Jajak pendapat menunjukkan bahwa perang terhadap Iran tidak populer di kalangan sebagian besar warga Amerika.
Editor:
Hasanudin Aco
Meskipun Trump telah lolos dari dua kali pemakzulan pada masa jabatan pertamanya, dinamika tahun 2026 diprediksi akan berbeda.
Pasar prediksi seperti Polymarket dan Kalshi mulai mencatat kenaikan peluang pemakzulan seiring dengan potensi beralihnya kontrol kursi di Kongres.
Secara konstitusional, pemakzulan atau menurunkan dari jabatan presiden, membutuhkan suara mayoritas di DPR untuk mengajukan dakwaan dan dua pertiga suara di Senat untuk pencopotan jabatan.
Saat ini, karena Republik masih menguasai kedua lembaga tersebut, pemakzulan sulit terjadi.
Namun, jika Demokrat berhasil merebut DPR pada Pemilu Paruh Waktu November mendatang, sebagaimana diprediksi oleh 85 persen petaruh di Polymarket, maka jalan menuju pemakzulan ketiga bagi Trump terbuka lebar.
Trump: Harga Bensin Tidak Akan Turun
Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Minggu bahwa harga BBM mungkin tetap tinggi hingga November mendatang.
"Bisa jadi sama atau mungkin sedikit lebih tinggi, tetapi seharusnya sekitar harga yang sama," kata Trump, yang berada di Miami kepada Fox News.
Trump mengumumkan di media sosial bahwa Angkatan Laut AS akan memblokade Selat Hormuz dan mencegat kapal apa pun yang membayar biaya penyeberangan ke Iran.
"Tidak seorang pun yang membayar pungutan ilegal akan mendapatkan perjalanan aman di laut lepas," tulisnya di platform media sosial Truth.
Baca tanpa iklan