Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Efek Krisis BBM, Penjualan Kendaraan Listrik Eropa Pecahkan Rekor Tertinggi

Pada Maret 2026, kawasan Eropa memecahkan rekor pembelian kendaraan listrik bulanan tertinggi dengan hampir 540.000 unit EV terjual.

Tribun X Baca tanpa iklan

Lonjakan harga BBM global akibat konflik di Timur Tengah dinilai juga memicu percepatan transisi kendaraan listrik (EV) di Thailand.

Dengan harga bahan bakar yang mencapai rekor tertinggi, Asosiasi Kendaraan Listrik Thailand (EVAT) memproyeksikan penjualan mobil listrik berbasis baterai (BEV) akan menembus 120.000 unit pada tahun 2026.

Presiden EVAT, Suroj Sangsanit, membenarkan bahwa harga bahan bakar domestik yang tidak menentu menjadi katalis utama pergeseran tren ini.

"Mobil penumpang BEV dan kendaraan komersial listrik seperti truk, van, dan pikap akan menjadi pendorong utama pertumbuhan tahun ini," ungkap Suroj pada Rabu (1/4/2026).

Peningkatan minat masyarakat ini tengah dipantau secara langsung oleh EVAT pada ajang Bangkok International Motor Show ke-47.

Antusiasme tersebut sebenarnya sudah terlihat sejak tahun lalu, di mana Federasi Industri Thailand mencatat lonjakan penjualan BEV domestik sebesar 80 persen menjadi 120.301 unit.

Tren ini juga didukung oleh masuknya produsen otomotif Tiongkok serta insentif pajak dari pemerintah setempat. 

Baca juga: Anggota DPR Desak BGN Klarifikasi Pengadaan 21 Ribu Motor Listrik MBG: Potensi Rugikan Uang Negara

Rekomendasi Untuk Anda

Selain kendaraan pribadi, sektor logistik dan instansi pemerintah juga mulai beralih ke armada listrik untuk menghemat biaya operasional.

Merespons fenomena ini, perusahaan energi negara PTT OR secara masif memperluas jaringan SPKLU dengan investasi mencapai Rp25,2 triliun guna mengantisipasi pergeseran konsumsi dari minyak ke listrik.

Langkah strategis ini diambil saat Thailand merasakan dampak tidak langsung dari konflik Timur Tengah yang mendongkrak harga minyak mentah dan olahan.

Diperparah dengan menipisnya cadangan Dana Bahan Bakar Minyak, pemerintah terpaksa menaikkan harga BBM domestik, di mana harga solar melonjak menjadi 40,74 baht (sekitar Rp 17.700) per liter pada 31 Maret.

Pembelian EV di China dan AS Justru Melambat

Di saat sejumlah negara mulai beralih menggunakan kendaraan listrik, fenomena sebaliknya justru terjadi di China.

Negara tirai bambu yang tercatat sebagai kawasan dengan pasar mobil terbesar di dunia tersebut justru mengalami tren penurunan pembelian EV.

Adapun China mencatatkan penurunan pembelian EV secara tahunan (year-on-year/YoY) sebesar 14 persen atau sekitar 850.000 kendaraan lebih sedikit dari periode sebelumnya.

Angka ini menunjukkan perlambatan dari tren negatif yang dimulai sejak Januari 2026.

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas