Blokade AS di Selat Hormuz Sebenarnya Menyasar China dan India, Kok Bisa?
Berbagai sumber dari China dan Barat memperkirakan bahwa sekitar 90 persen ekspor minyak mentah Iran dikirim di China.
Penulis:
Hasanudin Aco
Iran juga mengizinkan kapal-kapal India yang membawa minyak dan gas dari pelabuhan-pelabuhan di Teluk Persia untuk melewati selat tersebut.
Yang lebih penting lagi, dua kapal tanker yang membawa minyak Iran tiba di pelabuhan India pekan lalu – pengiriman resmi pertama sejak India menghentikan impor minyak mentah Iran pada Mei 2019 di bawah tekanan sanksi AS.
India, importir gas minyak cair (LPG) terbesar kedua di dunia, baru-baru ini juga menerima pengiriman gas dari Iran melalui kapal tanker.
Tadi malam sebagaimana diberitakan India Today, Presiden AS Donald Trump berbicara melalui panggilan telepon dengan Perdana Menteri India Narendra Modi namun tidak diketahui inti pembicaraan.
Perdagangan minyak lewat Selat Hormuz
Lalu lintas melalui Selat Hormuz – yang menyumbang seperlima dari perdagangan minyak dan gas dunia – telah turun hampir 95 persen dari lebih dari 130 kapal per hari sejak perang, dengan sekitar 2.000 kapal terjebak di area tersebut, menurut Organisasi Maritim Internasional.
Blokade AS dan potensi pembalasan dari Iran, yang telah mengancam akan menyerang pelabuhan-pelabuhan di Teluk, dapat semakin memperburuk krisis.
Eskalasi apa pun, terutama di selat tersebut, kemungkinan akan meningkatkan tarif kapal tanker dan biaya asuransi, yang menambah biaya bagi negara-negara yang mengimpor minyak dan gas dari Teluk.
Sumber: AFP/ST
Baca tanpa iklan