Perusahaan LNG AS Raup Cuan Besar Saat Perang Iran
Imbas dari perang, dengan modal 3 dolar AS per MMBtu, perusahaan Gas Amerika Serikat bisa jual 20 dolar AS per MMBtu di Asia dan Eropa.
Editor:
Willem Jonata
Sana
PERANG IRAN. Foto dari SANA menunjukkan Fasilitas gas Habshan di Abu Dhabi. Serangan rudal dan drone yang diluncurkan Iran kembali menghantam fasilitas energi strategis di kawasan Teluk.Target serangan mencakup fasilitas gas di Uni Emirat Arab (UEA) dan kilang minyak di Kuwait pada Jumat (3/4/2026).
Tanda-tanda perlawanan konsumen mulai terlihat di Asia Tenggara. Negara-negara seperti Filipina, Vietnam, dan Thailand dilaporkan mulai meningkatkan penggunaan batu bara karena tidak sanggup membayar harga gas yang selangit.
Namun, ancaman yang lebih nyata bagi masa depan LNG adalah pesatnya pertumbuhan energi terbarukan.
Pakistan, misalnya, telah mulai mengurangi impor LNG karena mereka beralih secara masif ke penggunaan panel surya dan baterai.
Para ahli memprediksi langkah Pakistan ini akan segera diikuti oleh negara-negara lain seperti Bangladesh, yang lebih memilih berinvestasi pada energi bersih daripada bergantung pada gas alam yang harganya tidak stabil akibat perang.
Berita Populer
Berita Terkini
Baca tanpa iklan