Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Trump Perintahkan Penambahan Ribuan Pasukan Seusai Berkoar Perang Iran Hampir Berakhir

Sekitar 6.000 pasukan tambahan AS, 4.200 anggota Boxer Amphibious Ready Group serta Korps Marinir ASakan memasuki medan perang Iran pada akhir April.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Trump Perintahkan Penambahan Ribuan Pasukan Seusai Berkoar Perang Iran Hampir Berakhir
HO/IST/Tangkap Layar/Khaberni
KEMUNGKINAN INVASI DARAT - Proses pendaratan pasukan amfibi Amerika Serikat (AS) berikut sejumlah kendaraan lapis baja dan kendaraan tempur lainnya. AS kemungkinanan akan melancarkan invasi masuk ke dalam Iran, namun jalur diplomasi masih menjadi cara utama dalam perang yang sedang berlangsung. 

Trump Perintahkan Penambahan Ribuan Pasukan Seusai Berkoar Perang Iran Hampir Berakhir
 

Ringkasan Berita:
  • AS mengerahkan ribuan pasukan tambahan ke Asia Barat dalam konteks Perang Iran.
  • Pengerahan pasukan tambahan AS seiring sesumbar Presiden Trump kalau perang melawan Iran mungkin akan segera berakhir.
  • Manuver ini menimbulkan pertanyaan tentang gencatan senjata dan strategi militer AS.

 

TRIBUNNEWS.COM - Amerika Serikat (AS) dilaporkan  mengirimkan ribuan pasukan tambahan ke wilayah Asia Barat, tepat setelah Presiden AS, Donald Trump mengklaim bahwa perang di Iran hampir berakhir.

Menurut laporan Washington Post, sekitar 6.000 pasukan tambahan AS di atas kapal USS George HW Bush dan 4.200 anggota Boxer Amphibious Ready Group serta gugus tugas Korps Marinir akan memasuki medan perang pada akhir April.

Baca juga: Selat Hormuz Dijejali Ranjau Laut Iran, Bagaimana Cara Angkatan Laut AS Membersihkannya?

Jumlah ini masih ditambah sebanyak 1.500 dan 3.000 pasukan terjun payung dari Divisi Lintas Udara ke-82.

Tepat sebelum pengumuman tersebut, dalam sebuah wawancara dengan Kepala Koresponden ABC News di Washington, Jonathan Karl, Trump menyatakan keyakinannya kalau perpanjangan gencatan senjata mungkin tidak diperlukan.

“Presiden Trump mengatakan kepada saya hari ini bahwa dia tidak berpikir untuk memperpanjang gencatan senjata. Dia tidak berpikir itu akan diperlukan,” tulis Karl dalam sebuah unggahan media sosial di X.

Rekomendasi Untuk Anda

Trump berkata, “Saya pikir Anda akan menyaksikan dua hari yang luar biasa ke depan.”

BOM ISRAEL - Asap hitam membumbung saat rudal dari serangan udara Israel menghantam sebuah lokasi di Teheran, Iran, Jumat (13/3/2026). Iran membalas dengan melancarkan gelombang serangan baru yang menyasar hampir setiap wilayah pendudukan Israel.
BOM ISRAEL - Asap hitam membumbung saat rudal dari serangan udara Israel menghantam sebuah lokasi di Teheran, Iran, Jumat (13/3/2026). Iran membalas dengan melancarkan gelombang serangan baru yang menyasar hampir setiap wilayah pendudukan Israel. (HO/IST/Tangkap Layar/Khaberni)

Putaran Berikut Negosiasi AS-Iran

Trump mengklaim kalau dua pilihan, baik penyelesaian lewat jalur diplomatik ataupun lanjut perang, sama-sama menjadi opsi.

Dia menambahkan, dia berharap Iran akan memilih jalur diplomatik.

"Apa pun yang terjadi, kita telah menyingkirkan kaum radikal. Mereka sudah pergi, tidak lagi bersama kita," kata Trump seperti dikutip oleh Karl dari ABC News.

Menyusul perundingan perdamaian di Islamabad yang berakhir buntu, putaran lain perundingan perdamaian direncanakan akan diadakan menjelang batas waktu 14 hari gencatan senjata yang diumumkan pada 7 April kemarin. 

Tempat perundingan sedang dipertimbangkan di Islamabad; opsi lain juga sedang dipertimbangkan.

KEMUNGKINAN INVASI DARAT - Proses pendaratan pasukan amfibi Amerika Serikat (AS) berikut sejumlah kendaraan lapis baja dan kendaraan tempur lainnya. AS kemungkinanan akan melancarkan invasi masuk ke dalam Iran, namun jalur diplomasi masih menjadi cara utama dalam perang yang sedang berlangsung.
KEMUNGKINAN INVASI DARAT - Proses pendaratan pasukan amfibi Amerika Serikat (AS) berikut sejumlah kendaraan lapis baja dan kendaraan tempur lainnya. AS kemungkinanan akan melancarkan invasi masuk ke dalam Iran, namun jalur diplomasi masih menjadi cara utama dalam perang yang sedang berlangsung. (HO/IST/Tangkap Layar/Khaberni)

Tujuan AS Kirim Pasukan Tambahan

Para analis menduga, tujuan pengerahan lebih banyak pasukan adalah untuk menerapkan blokade Selat Hormuz dan memberikan tekanan pada Iran, serta melancarkan invasi darat jika pembicaraan gagal menghasilkan hasil konkret.

"Blokade diberlakukan secara adil terhadap kapal-kapal dari semua negara yang memasuki atau meninggalkan daerah pesisir atau pelabuhan di Iran," kata CENTCOM dalam sebuah pernyataan di media sosial.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas