49 Hari Internet di Iran Terputus, Anggota Parlemen: Bukan Kepentingan Negara
Iran mengalami pemadaman internet nasional selama 49 hari dengan konektivitas hanya sekitar 2 persen dari kondisi normal.
Penulis:
Tiara Shelavie
Editor:
Whiesa Daniswara
Ringkasan Berita:
- Iran mengalami pemadaman internet nasional selama 49 hari dengan konektivitas hanya sekitar 2 persen dari kondisi normal.
- Pemadaman ini memicu kerugian ekonomi besar hingga puluhan juta dolar per hari serta menekan bisnis dan tenaga kerja.
- Selain ekonomi, dampak sosial juga signifikan karena warga kesulitan mengakses informasi, berkomunikasi, dan mengoordinasikan bantuan kemanusiaan.
TRIBUNNEWS.COM - Pemadaman internet nasional di Iran telah memasuki hari ke-49 pada Jumat (17/4/2026).
Konektivitas dilaporkan hanya sekitar 2 persen dari tingkat normal, meskipun masih ada akses terbatas ke beberapa layanan, menurut lembaga pemantau internet NetBlocks.
Mengutip Iran International, gangguan internet kini telah berlangsung sekitar 1.152 jam.
Akses parsial hanya terdeteksi pada sebagian pengguna, termasuk untuk halaman utama pencarian Google.
Iran kini menghadapi salah satu pemadaman internet nasional terlama yang pernah tercatat, dengan konektivitas turun drastis selama krisis berlangsung.
Sementara itu, seorang anggota parlemen Iran menyatakan bahwa memulihkan akses internet saat ini bukanlah kepentingan negara.
Fazlollah Ranjbar, anggota Komite Sosial Parlemen, menyerukan kepada pemerintah untuk memberikan kompensasi kepada pelaku usaha dan warga atas kerugian yang dialami.
Ia menyebut kompensasi dapat didanai melalui pendapatan dari Selat Hormuz, pencairan dana yang dibekukan, serta perluasan hubungan ekonomi.
“Dalam situasi saat ini, memulihkan internet bukanlah kepentingan negara,” ujarnya.
Ia juga menegaskan tidak mendukung pembukaan kembali akses internet pada tahap ini.
Dampak Ekonomi
Menurut National Council of Resistance of Iran (NCRI), Iran menghadapi krisis ekonomi dan sosial yang semakin memburuk akibat kombinasi perang, pemadaman internet berkepanjangan, dan lonjakan biaya hidup.
Mengutip ncr-iran.org, para pejabat dan pengamat ekonomi memperingatkan bahwa tekanan militer eksternal dan kebijakan domestik secara bersamaan memberi beban besar pada infrastruktur, ekonomi, dan masyarakat, sehingga menimbulkan kekhawatiran terhadap stabilitas jangka panjang.
Baca juga: Intel AS Sebut China Pertimbangkan Kirim Sistem Radar Canggih ke Iran
Sejumlah pejabat senior juga mengakui bahwa pemadaman internet yang berulang menyebabkan kerugian ekonomi signifikan.
Seorang wakil menteri komunikasi menyebut gangguan tersebut telah menyebabkan gangguan serius pada lebih dari 60 persen pendapatan perusahaan yang bergantung pada layanan internet internasional.
Baca tanpa iklan