Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Hari ke-50 Perang Iran: Selat Hormuz Dibuka Bersyarat, Ancaman Penutupan dan Blokade AS Memanas

Iran buka Selat Hormuz dengan syarat, ancam tutup lagi jika blokade AS berlanjut; ketegangan dan negosiasi masih tarik-ulur.

Tribun X Baca tanpa iklan

Ringkasan Berita:
  • Iran membuka Selat Hormuz dengan syarat ketat sambil mengancam penutupan ulang jika blokade AS berlanjut.
  • Washington tetap mempertahankan tekanan militer meski mengklaim negosiasi berjalan positif.
  • Pasar global merespons dengan turunnya harga minyak dan kenaikan saham di tengah ketidakpastian.

TRIBUNNEWS.COM - Pada Sabtu (18/4/2026), perang Iran memasuki hari ke-50.

Terkini, Iran membuka kembali Selat Hormuz dengan syarat ketat di tengah tekanan blokade Amerika Serikat (AS) yang masih berlangsung.

Di saat yang sama, perbedaan klaim antara Teheran dan Washington soal negosiasi memperlihatkan ketegangan belum mereda.

Berikut ini rangkuman peristiwa terbaru perang AS-Israel vs Iran yang memasuki hari ke-50:

Di Iran: Hormuz Dibuka, Ancaman Penutupan Kembali

Iran menyatakan Selat Hormuz kembali dibuka untuk pelayaran komersial dengan sejumlah pembatasan.

Al Jazeera melaporkan, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan kapal wajib berkoordinasi dengan otoritas Iran sebelum melintas.

Rekomendasi Untuk Anda

Iran juga tengah menyiapkan mekanisme biaya keamanan, meski tidak menerapkan tarif transit tradisional.

Namun, Teheran memperingatkan bahwa selat tersebut dapat kembali ditutup jika blokade Amerika Serikat terhadap pelabuhan Iran tetap diberlakukan.

Baca juga: Reaksi Global atas Pembukaan Selat Hormuz, Amerika Serikat: Klaim Damai, tapi Blokade Tetap Jalan

Selain itu, kapal militer dari negara yang dianggap musuh, termasuk AS dan Israel, dilarang melintas.

Ketegangan di jalur energi global ini tetap tinggi, mengingat Selat Hormuz merupakan rute utama distribusi minyak dunia.

Di Iran: Isu Nuklir dan Ketidakpercayaan

Pemerintah Iran membantah klaim Presiden AS Donald Trump terkait perkembangan negosiasi.

Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan bahwa stok uranium yang diperkaya tidak akan dipindahkan ke negara mana pun.

Pernyataan ini bertolak belakang dengan klaim Washington yang menyebut kesepakatan hampir tercapai.

Menurut Al Jazeera, ketidakpercayaan meningkat akibat kombinasi tekanan militer dan sanksi yang masih berlangsung.

Pejabat Iran menyatakan negara tersebut siap menghadapi semua skenario, baik kesepakatan diplomatik maupun eskalasi militer.

Di Amerika Serikat: Blokade dan Tekanan Militer Berlanjut

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas