Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Hari ke-50 Perang Iran: Selat Hormuz Dibuka Bersyarat, Ancaman Penutupan dan Blokade AS Memanas

Iran buka Selat Hormuz dengan syarat, ancam tutup lagi jika blokade AS berlanjut; ketegangan dan negosiasi masih tarik-ulur.

Tribun X Baca tanpa iklan

AS tetap mempertahankan blokade terhadap pelabuhan Iran sebagai bagian dari strategi tekanan.

Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan sejumlah kapal telah dipaksa berbalik dari wilayah pelabuhan Iran.

Trump menegaskan bahwa blokade akan tetap berlaku hingga kesepakatan final benar-benar tercapai.

Meski demikian, Washington tetap menyatakan preferensi pada jalur diplomasi.

Di saat yang sama, AS memperpanjang dispensasi bagi beberapa negara untuk membeli minyak Rusia guna menjaga stabilitas pasokan global.

Di Jalur Diplomasi: Sinyal Damai yang Bertolak Belakang

Trump menyebut negosiasi berjalan “sangat baik” dan mengklaim tidak ada lagi hambatan utama menuju kesepakatan.

Namun, pernyataan ini tidak sejalan dengan posisi Iran yang masih menolak tuntutan utama AS.

Rekomendasi Untuk Anda

Menurut laporan media internasional, perbedaan narasi ini mencerminkan kesenjangan besar dalam proses diplomasi yang sedang berlangsung.

Sementara itu, Pakistan terus berperan sebagai mediator dalam upaya mempertemukan kedua pihak.

Baca juga: Menlu Iran Umumkan Pembukaan Selat Hormuz, Pasar Global Bereaksi Cepat, Harga Minyak Langsung Anjlok

Di Kawasan dan Global: Dampak Energi dan Ekonomi

Konflik yang telah berlangsung hampir dua bulan memberikan dampak besar terhadap pasar energi global.

Reuters melaporkan, lebih dari 500 juta barel minyak terdampak, menjadikannya salah satu gangguan pasokan terbesar dalam sejarah modern.

Meski demikian, pembukaan kembali Selat Hormuz mendorong penurunan harga minyak dari level puncak sebelumnya.

Sebaliknya, pasar saham global mengalami penguatan, mencerminkan harapan terhadap potensi deeskalasi.

Analis memperingatkan bahwa pemulihan penuh dapat memakan waktu berbulan-bulan hingga bertahun-tahun.

(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas