Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Selat Hormuz Jadi Medan Baru Rivalitas Amerika Serikat-China

langkah China tidak serta-merta akan memaksa Washington mundur, bahkan justru berpotensi memicu eskalasi.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Wahyu Aji
zoom-in Selat Hormuz Jadi Medan Baru Rivalitas Amerika Serikat-China
HO/IST/Tangkap Layar/Khaberni
BLOKADE SELAT HORMUZ - Lalulintas kapal di Selat Hormuz sebelum blokade militer oleh Iran dampak serangan Amerika Serikat dan Israel ke Teheran. Selat ini menjadi jalur vital bagi lalulintas kapal pengangkut minyak dari produsen-produsen minyak dunia yang berada di kawasan Timur Tengah. 

Awal Konfrontasi Global yang Lebih Luas

Helmy menilai langkah China di Selat Hormuz merupakan awal dari konfrontasi tidak langsung dengan AS yang melampaui aspek ekonomi.

“Ini adalah tantangan langsung China terhadap blokade Amerika terhadap Teheran,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa Beijing juga memanfaatkan celah strategis akibat fokus Washington di kawasan Teluk untuk memperluas pengaruhnya di wilayah lain, seperti Laut China Selatan dan Taiwan.

Di sisi lain, China tetap memainkan peran diplomatik aktif, termasuk sebagai mediator dalam pembicaraan gencatan senjata antara Teheran dan Washington, guna menunjukkan kapasitasnya sebagai pengelola krisis global.

Sinyal Kesiapan China

Dalam analisisnya, Helmy menyebut situasi saat ini sebagai bentuk “internasionalisasi paksa” dari krisis di Selat Hormuz.

“China tidak akan puas hanya dengan tekanan ekonomi jika pasokan energinya dari Iran terancam,” tegasnya.

Rekomendasi Untuk Anda

China juga menegaskan kehadiran militernya di kawasan tersebut sebagai langkah rutin untuk mengamankan rantai pasok.

Selain itu, Beijing mendorong pembentukan aliansi regional untuk menghadapi intervensi asing.

Sebagai langkah antisipasi, China meningkatkan cadangan minyak strategisnya hingga 1,2 miliar barel, cukup untuk 109 hari konsumsi, guna mengurangi dampak gangguan pasokan.

Helmy menyimpulkan bahwa jaminan China terhadap Iran justru memperumit situasi dan mendorong AS meningkatkan tekanan, termasuk melalui blokade laut.

“Kondisi ini meningkatkan kemungkinan konfrontasi langsung antara kekuatan besar di Selat Hormuz,” pungkasnya.

SUMBER

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas