Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Trump Sita Kapal Iran yang Nekat Tembus Blokade Selat Hormuz

AS sita kapal Iran di Hormuz, Teheran murka dan ancam balasan saat negosiasi mandek dan blokade laut masih berlaku

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Trump Sita Kapal Iran yang  Nekat Tembus Blokade Selat Hormuz
HO/IST/dok. Roland Berger
SELAT HORMUZ - Iran menolak Selat Hormuz kembali ke status quo yang dinikmati sebelum pecah perang AS-Israel melawan Iran pada 28 Februari 2026. Selat Hormuz tertutup bagi AS dan sekutunya, tetapi kapal dari negara lain tetap dapat menggunakannya. Terbaru, Trump mengatakan pasukan AS menyita kapal kargo berbendera Iran yang mencoba menembus blokade laut di sekitar Selat Hormuz, memperuncing ketegangan di tengah gencatan senjata yang masih rapuh. 

Ringkasan Berita:
  • AS menyita kapal kargo Iran di Selat Hormuz setelah menolak peringatan berhenti.
  • Iran menyebutnya pelanggaran gencatan senjata dan mengancam balasan militer.
  • Ketegangan meningkat saat negosiasi damai buntu dan jalur energi global terganggu.

 

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengatakan pasukan AS menyita kapal kargo berbendera Iran yang mencoba menembus blokade laut di sekitar Selat Hormuz, memperuncing ketegangan di tengah gencatan senjata yang masih rapuh.

Dalam pernyataan di media sosial pada Minggu, Trump menyebut kapal bernama Touska telah diperingatkan oleh kapal perang Angkatan Laut AS di Teluk Oman untuk menghentikan perjalanan, namun awak kapal tidak mematuhi instruksi tersebut.

“Hari ini, kapal kargo berbendera Iran mencoba melewati blokade kami, dan itu tidak berjalan baik bagi mereka,” tulis Trump.

Ia menambahkan bahwa kapal tersebut telah diberi peringatan berulang kali, tetapi diabaikan oleh awak kapal.

“Peringatan kami tidak diindahkan, sehingga kapal Angkatan Laut kami menghentikan mereka dengan menargetkan ruang mesin,” lanjutnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Trump juga mengatakan Marinir AS kemudian naik ke kapal dan mengamankan kendali penuh atasnya.

“Kami sekarang memiliki kendali penuh atas kapal tersebut dan sedang memeriksa muatannya,” ujarnya.

Media Al Jazeera melaporkan kapal itu sedang menuju pelabuhan Bandar Abbas di Iran dan mengabaikan sejumlah peringatan selama beberapa jam sebelum akhirnya dicegat.

Baca juga: Perang Iran-AS Bikin Ekspor Baterai Lithium-ion dan Mobil Listrik China Melonjak 

Komando Pusat AS menyatakan kapal tidak merespons perintah berhenti dan tidak menjalankan prosedur keselamatan, sehingga tindakan militer dinilai sebagai bagian dari penegakan blokade yang telah diberlakukan sejak pertengahan April.

Pejabat AS mengatakan kapal Touska termasuk dalam daftar sanksi Departemen Keuangan AS karena dugaan keterlibatan dalam aktivitas ilegal, memperkuat alasan penyitaan sebagai langkah penegakan hukum sekaligus tekanan strategis terhadap Teheran.

Pemerintah Iran langsung mengecam tindakan tersebut dan menyebutnya sebagai pelanggaran terhadap gencatan senjata yang sebelumnya dicapai melalui jalur diplomasi.

Juru bicara markas militer Iran, Khatam al-Anbiya, menyebut insiden itu sebagai “pembajakan bersenjata”.

“Kami memperingatkan bahwa angkatan bersenjata Iran akan segera menanggapi tindakan ini,” katanya dalam pernyataan resmi.

Laporan BBC menyebut Teheran menilai insiden ini berpotensi menggagalkan upaya diplomasi yang sedang berlangsung antara kedua negara.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas