Kecam Penyitaan Kapal, Presiden Iran Minta AS Bertindak Lebih Rasional
Iran juga memberikan peringatan keras terhadap Amerika Serikat maupun Israel jika kembali melakukan tindakan provokatif di wilayah tersebut.
Penulis:
Bobby W
Editor:
Facundo Chrysnha Pradipha
Gencatan senjata tersebut awalnya disepakati pada 8 April setelah terjadi serangkaian permusuhan sejak akhir Februari, yang dipicu oleh serangan AS-Israel ke Iran dan dibalas Teheran dengan serangan ke Israel serta negara-negara kawasan yang menampung aset AS.
Klarifikasi CENTCOM Terkait Penyitaan Kapal
Sementara itu, Komando Pusat AS (CENTCOM) memberikan klarifikasi mengenai aksi penyitaan kapal bernama Touska di perairan Laut Arab.
Berdasarkan laporan resmi CENTCOM, aksi pengambilalihan kapal tersebut dilakukan pada hari Minggu (19/4/2026) waktu setempat.
CENTCOM menyatakan telah memberikan peringatan berulang kali selama enam jam sebelum akhirnya memutuskan untuk menyita kapal tersebut.
AS menuding kapal berbendera Iran itu mencoba berlayar menuju pelabuhan Iran dan melanggar blokade laut yang ditetapkan oleh Amerika Serikat.
Melalui akun X resminya, CENTCOM juga merilis rekaman video yang menunjukkan pasukan Marinir AS turun dari helikopter untuk mengambil alih kapal setelah mesin kapal tersebut dilumpuhkan oleh kapal perusak rudal kendali AS.
Hingga Senin pagi ini, data dari MarineTraffic menunjukkan bahwa kapal Touska masih berada di area Teluk Oman dan tidak bergerak selama tujuh jam terakhir.
Respons Militer Iran
Sementara itu, Markas Komando Militer Iran Khatam al-Anbiya bersumpah akan mengambil "tindakan yang diperlukan" terhadap Amerika Serikat menyusul insiden tersebut.
Mengutip kantor berita Fars, juru bicara komando militer menyatakan bahwa angkatan bersenjata Iran sebenarnya telah siap memberikan "respons tegas" terhadap apa yang mereka sebut sebagai "agresi nyata" oleh AS.
Namun, militer Iran mengaku sedikit terhambat karena adanya anggota keluarga dari kru kapal yang ikut berada di atas kapal Touska saat penyitaan terjadi.
Pihak militer menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah memastikan keselamatan nyawa para personel dan keluarga mereka yang dianggap dalam bahaya.
"Setelah memastikan keselamatan keluarga dan personel, angkatan bersenjata Republik Islam Iran yang kuat akan melaksanakan tindakan yang diperlukan terhadap tentara teroris Amerika," tegas juru bicara tersebut melalui laporan Fars.
(Tribunnews.com/Bobby)
Baca tanpa iklan