Trump: Perjanjian Baru AS-Iran akan Lebih Baik daripada Perjanjian Lama
Trump yakin AS-Iran akan mencapai kesepakatan baru dan mengklaim perjanjian nuklir AS-Iran tersebut lebih baik daripada perjanjian tahun 2015.
Penulis:
Yunita Rahmayanti
Editor:
Nuryanti
Ringkasan Berita:
- Trump menyatakan kesepakatan nuklir baru dengan Iran akan lebih baik dari perjanjian 2015.
- Ia menegaskan AS tidak akan mencabut blokade pelabuhan Iran sebelum ada kesepakatan dan mengancam konsekuensi besar jika negosiasi gagal.
- Delegasi kedua negara dijadwalkan bertemu di Islamabad untuk melanjutkan pembicaraan.
- Sementara itu, Iran menilai pelanggaran gencatan senjata oleh AS menjadi hambatan utama diplomasi.
TRIBUNNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan ia yakin kesepakatan tentang pembatasan program nuklir yang sedang dinegosiasikan AS dengan Iran akan lebih baik daripada kesepakatan yang dicapai pada tahun 2015.
Trump mencatat bahwa kesepakatan presiden AS saat itu, Barack Obama, dengan Iran adalah salah satu kesepakatan terburuk yang pernah dibuat.
Trump menulis dalam sebuah unggahan di Truth Social, setelah mendapat kritik dari Partai Demokrat dan para ahli energi nuklir bahwa ia terburu-buru dalam negosiasi mengenai isu yang sangat kompleks.
"Kesepakatan yang kita buat dengan Iran akan jauh lebih baik daripada Rencana Aksi Komprehensif Bersama, yang dikenal sebagai 'kesepakatan nuklir Iran'," tulis Trump di Truth Social, Senin (20/4/2026), menekankan ia tidak berada di bawah tekanan untuk membuat kesepakatan.
Presiden AS juga menjelaskan operasi militer di Iran berlangsung lebih cepat dari yang diumumkan, menekankan ia tidak akan terburu-buru membuat kesepakatan yang "kualitasnya lebih rendah dari yang diperlukan," tetapi ia yakin semuanya akan terjadi relatif cepat.
"Kesepakatan dengan Iran akan diselesaikan dengan sempurna dan dalam skala yang serupa dengan apa yang terjadi di Venezuela," tulis Trump.
Trump menegaskan Iran tidak akan memperoleh senjata nuklir berdasarkan perjanjian yang sedang diupayakan Amerika Serikat, seperti diberitakan Al Arabiya.
Selain itu, Trump mengkritik lawan-lawan politiknya dari Partai Demokrat, menggambarkan mereka sebagai pihak yang meremehkan pencapaian militer dan pemerintahan saat ini, padahal sebelumnya mereka telah memperingatkan tentang bahaya Iran.
Dalam unggahan lain, presiden AS menekankan bahwa ia tidak akan mencabut blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran kecuali tercapai "kesepakatan" dengan mereka.
Dalam unggahan di platform Truth Social miliknya, Trump mengkritik keras pemberitaan media AS tentang konflik tersebut.
Baca juga: Trump Siap Bertemu Pemimpin Iran: Penghentian Program Nuklir Adalah Harga Mati
"Blokade, yang tidak akan kami cabut kecuali tercapai kesepakatan, benar-benar menghancurkan Iran. Mereka kehilangan 500 juta dolar per hari, jumlah yang tidak mampu mereka tanggung, bahkan dalam jangka pendek," tulis Trump.
Hari ini, Trump kembali mengancam Iran dengan "masalah besar" jika pertemuan delegasi AS dan Iran tidak mencapai kesepakatan apapun.
"Iran akan bernegosiasi atau akan menghadapi masalah yang belum pernah terjadi sebelumnya," kata Trump dalam sebuah wawancara telepon dengan The John Fredericks Show, Selasa (21/4/2026).
"Saya berharap Iran akan mencapai kesepakatan yang adil dan membangun kembali negara mereka," lanjutnya.
"Kami telah melakukan pekerjaan yang hebat di Iran dan kami akan menyelesaikannya dan semua orang akan senang," ujarnya.
Baca tanpa iklan