Kapal Iran Disita AS, Benarkah Ada Keterlibatan China?
AS menyita kapal Iran MV Touska di Teluk Oman yang diduga membawa barang penggunaan ganda setelah perjalanan dari China.
Penulis:
Tiara Shelavie
Editor:
Yurika NendriNovianingsih
“Pasti sepadan dengan risikonya untuk mencoba menerobos blokade, tetapi mereka salah memilih,” kata Brown kepada WSJ.
Di sisi lain, politisi Partai Republik AS Nikki Haley turut membuat klaim kontroversial.
Ia menyatakan bahwa kapal Iran yang disita tersebut berasal dari China dan membawa bahan kimia untuk rudal.
Haley menulis di X pada Selasa (21/4/2026):
“Kapal yang disita AS di Selat Hormuz akhir pekan ini sedang menuju dari China ke Iran dan terkait dengan pengiriman bahan kimia untuk rudal. Kapal itu menolak perintah berulang kali untuk berhenti.”
Haley juga menilai kemungkinan China mendukung Iran dalam konflik tidak bisa diabaikan.
“Pengingat lain bahwa China membantu menopang rezim Iran, sebuah kenyataan yang tidak dapat diabaikan,” tambahnya.
Apa yang Akan Terjadi Selanjutnya?
Menurut mantan kapten Angkatan Laut AS sekaligus analis, Carl Schuster, kapal tersebut akan dibawa ke pelabuhan atau lokasi berlabuh yang telah ditentukan untuk diperiksa.
Setelah itu, akan ditentukan apakah kapal tersebut dapat menjadi milik pemerintah AS sebagai “rampasan perang”.
Jennifer Parker, peneliti non-residen di Lowy Institute dan mantan perwira Angkatan Laut Kerajaan Australia, mengatakan kepada CNN:
“Berdasarkan hukum perang laut, Anda dapat menyita kapal dalam kondisi seperti ini yang telah mencoba menerobos blokade.”
“Jika ingin menahannya dalam jangka panjang, hal itu harus melalui pengadilan rampasan perang yang perlu dibentuk.”
Menurutnya, nasib awak kapal Touska akan bergantung pada kewarganegaraan mereka.
“Jika mereka pelaut India atau Filipina, kemungkinan besar akan dipulangkan. Namun jika mereka warga Iran, mereka bisa ditahan,” ujarnya.
Ia menambahkan, jika awak kapal merupakan anggota Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), maka mereka berpotensi ditahan sebagai tawanan perang.
Ia juga menegaskan bahwa jika Touska terbukti membawa senjata atau material militer, awak kapal kemungkinan akan ditahan.
(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)
Baca tanpa iklan