Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Kapal Iran Disita AS, Benarkah Ada Keterlibatan China?

AS menyita kapal Iran MV Touska di Teluk Oman yang diduga membawa barang penggunaan ganda setelah perjalanan dari China.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Kapal Iran Disita AS, Benarkah Ada Keterlibatan China?
CENTCOM
PERANG IRAN - Tangkap layar video yang diunggah CENTCOM memperlihatkan kapal perusak berpeluru kendali USS Spruance (DDG 111) mencegat M/V Touska milik Iran, 19 April 2026. Marinir AS kemudian menaiki dan menyita kapal tersebut. (X CENTCOM) 

“Pasti sepadan dengan risikonya untuk mencoba menerobos blokade, tetapi mereka salah memilih,” kata Brown kepada WSJ.

Di sisi lain, politisi Partai Republik AS Nikki Haley turut membuat klaim kontroversial.

Ia menyatakan bahwa kapal Iran yang disita tersebut berasal dari China dan membawa bahan kimia untuk rudal.

KAPAL IRAN DISITA - Tangkap layar X memperlihatkan cuitan Nikki Haley tentang kapal Iran yang disita AS. Ia menyebut kapal itu membawa bahan kimia untuk keperluan rudal.
KAPAL IRAN DISITA - Tangkap layar X memperlihatkan cuitan Nikki Haley tentang kapal Iran yang disita AS. Ia menyebut kapal itu membawa bahan kimia untuk keperluan rudal. (Tangkapan layar media sosial)

Haley menulis di X pada Selasa (21/4/2026):

“Kapal yang disita AS di Selat Hormuz akhir pekan ini sedang menuju dari China ke Iran dan terkait dengan pengiriman bahan kimia untuk rudal. Kapal itu menolak perintah berulang kali untuk berhenti.”

Haley juga menilai kemungkinan China mendukung Iran dalam konflik tidak bisa diabaikan.

“Pengingat lain bahwa China membantu menopang rezim Iran, sebuah kenyataan yang tidak dapat diabaikan,” tambahnya.

Apa yang Akan Terjadi Selanjutnya?

Rekomendasi Untuk Anda

Menurut mantan kapten Angkatan Laut AS sekaligus analis, Carl Schuster, kapal tersebut akan dibawa ke pelabuhan atau lokasi berlabuh yang telah ditentukan untuk diperiksa.

Setelah itu, akan ditentukan apakah kapal tersebut dapat menjadi milik pemerintah AS sebagai “rampasan perang”.

Jennifer Parker, peneliti non-residen di Lowy Institute dan mantan perwira Angkatan Laut Kerajaan Australia, mengatakan kepada CNN:

“Berdasarkan hukum perang laut, Anda dapat menyita kapal dalam kondisi seperti ini yang telah mencoba menerobos blokade.”

“Jika ingin menahannya dalam jangka panjang, hal itu harus melalui pengadilan rampasan perang yang perlu dibentuk.”

Menurutnya, nasib awak kapal Touska akan bergantung pada kewarganegaraan mereka.

“Jika mereka pelaut India atau Filipina, kemungkinan besar akan dipulangkan. Namun jika mereka warga Iran, mereka bisa ditahan,” ujarnya.

Ia menambahkan, jika awak kapal merupakan anggota Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), maka mereka berpotensi ditahan sebagai tawanan perang.

Ia juga menegaskan bahwa jika Touska terbukti membawa senjata atau material militer, awak kapal kemungkinan akan ditahan.

(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)

Halaman 3/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas