AS Kembali Sita Kapal Diduga Menuju Iran, Trump: Isinya Hadiah dari China
Trump menduga Iran telah melakukan "penyetokan ulang" selama masa gencatan senjata lewat pengiriman "Hadiah dari China" tersebut
Penulis:
Bobby W
Editor:
Whiesa Daniswara
Ringkasan Berita:
- AS menyita kapal tanker M/V Tifani di Samudra Hindia (dekat Sumatera) yang bermuatan penuh dan diduga membawa muatan terlarang "hadiah dari China" untuk Iran.
- Trump menduga Iran memanfaatkan masa gencatan senjata untuk melakukan penyetokan ulang amunisi sebelum masa gencatan berakhir pada 22 April 2026.
- Kapal berbendera Botswana tersebut sebelumnya sudah masuk daftar sanksi AS sejak 2025 karena terlibat transfer minyak antarkapal (ship-to-ship) dengan tanker-tanker Iran.
TRIBUNNEWS.COM - Ketegangan global semakin memanas setelah Amerika Serikat melaporkan telah menyita sebuah kapal tanker yang diduga membawa muatan terlarang untuk Teheran.
Presiden AS, Donald Trump, mengklaim bahwa kapal tersebut membawa muatan yang ia sebut sebagai "hadiah dari China".
Pernyataan ini disampaikan Trump dalam sebuah wawancara dengan CNBC yang disiarkan pada Selasa pagi waktu setempat (21/4/2026).
Trump mengungkapkan kekagetan atas temuan di kapal tersebut, mengingat hubungannya dengan Presiden China, Xi Jinping dinilainya secara pribadi cukup baik.
"Saya sedikit terkejut, tetapi karena saya memiliki hubungan yang sangat baik, dan saya pikir saya selama ini memiliki kesepahaman dengan Presiden Xi Jinping." Ungkap Trump.
"Tapi kejadian ini tidak apa-apa buat saya, begitulah jalannya perang, ya kan?" seloroh Trump kepada wartawan.
Trump menyebut kapal yang disita pada hari Senin tersebut (20/4/2026) membawa barang-barang yang dinilainya "sangat tidak bagus".
Ia pun menduga Iran telah melakukan "penyetokan ulang" selama masa gencatan senjata yang akan berakhir pada Rabu (22/4/2026).
Baca juga: Trump Ogah Perpanjang Gencatan Senjata, AS Bom Iran Lagi Bila Tak Ada Deal
Ditangkap di dekat Sumatra
Berdasarkan data dari MarineTraffic, kapal yang dimaksud oleh Trump ini sendiri diidentifikasi sebagai M/V Tifani.
Kapal tanker minyak ini dilaporkan telah digerebek oleh pasukan AS di Samudra Hindia, sekitar 500 mil laut di lepas pantai barat Sumatra, Indonesia, pada hari Selasa waktu setempat.
Kapal berbendera Botswana ini memiliki kapasitas angkut hampir 300.000 ton dan saat ini sedang bermuatan penuh.
Meskipun berbendera Botswana, M/V Tifani telah berada di bawah sanksi Kantor Pengawasan Aset Luar Negeri (OFAC) AS sejak Juli 2025.
Hal ini terjadi mengingat M/V Tifani memiliki rekam jejak yang "akrab" dengan pihak Iran.
Kapal tersebut diduga memiliki hubungan dengan sebuah perusahaan yang berbasis di Mumbai, India.
Departemen Luar Negeri AS menyatakan bahwa kapal tersebut tercatat dua kali memuat minyak bumi Iran melalui transfer antarkapal (ship-to-ship) dengan tanker-tanker yang telah ditetapkan AS sebagai kapal Iran.
Baca tanpa iklan