Negara-Negara dengan Akses Uranium Terbesar: Siapa yang Menguasai Energi Dunia?
Kazakhstan, Kanada, dan Namibia mendominasi produksi uranium global, sementara Australia memiliki cadangan terbesar di dunia.
Penulis:
Tiara Shelavie
Editor:
Facundo Chrysnha Pradipha
Negara lain dengan cadangan besar antara lain Kanada, Namibia, Afrika Selatan, dan Niger.
Berikut daftar cadangan uranium terbesar dunia menurut WNA:
- Australia: 1.671.200 ton (28 persen)
- Kazakhstan: 813.900 ton (14 persen)
- Kanada: 582.000 ton (10 persen)
- Namibia: 497.900 ton (8%)
- Rusia: 476.600 ton (8%)
- Niger: 336.000 ton (6%)
- Afrika Selatan: 320.900 ton (5%)
- China: 270.500 ton (5%)
- Brasil: 167.800 ton (3%)
- Mongolia: 144.600 ton (2%)
- Ukraina: 106.700 ton (2%)
- Botswana: 87.200 ton (1%)
- Amerika Serikat: 67.800 ton (1%)
- Tanzania: 57.700 ton (1%)
- Negara lain: 324.900 ton (5%)
Total dunia: 5.925.700 ton (100%)
Namun, negara dengan cadangan terbesar belum tentu menjadi produsen utama.
Sebagai contoh, Kazakhstan menjadi produsen terbesar pada 2024 meskipun cadangannya lebih kecil dibandingkan Australia, yang berada di peringkat lebih rendah dalam produksi.
Rusia juga memproduksi uranium dalam jumlah besar yang tidak sepenuhnya sebanding dengan cadangan yang dimilikinya.
Berikut 10 produsen uranium terbesar pada 2024:
- Kazakhstan: 23.270 ton
- Kanada: 14.309 ton
- Namibia: 7.333 ton
- Australia: 4.598 ton
- Uzbekistan: 4.000 ton
- Rusia: 2.738 ton
- China: 1.600 ton
- Niger: 962 ton
- India: 500 ton
- Afrika Selatan: 200 ton
Apa Itu Uranium dan Bagaimana Cara Kerjanya?
Mengutip world-nuclear.org, uranium adalah logam berat yang telah digunakan sebagai sumber energi terkonsentrasi selama lebih dari 60 tahun.
Uranium terdapat di sebagian besar batuan dengan konsentrasi 2–4 bagian per juta dan sama umumnya di kerak bumi seperti timah, tungsten, dan molibdenum.
Uranium juga terdapat di air laut dan dapat diekstraksi dari sana.
Uranium ditemukan pada 1789 oleh ahli kimia Jerman Martin Klaproth dalam mineral pitchblende.
Namanya diambil dari planet Uranus yang ditemukan delapan tahun sebelumnya.
Unsur ini diyakini terbentuk dari ledakan supernova sekitar 6,6 miliar tahun lalu.
Peluruhan radioaktifnya yang lambat hingga kini menjadi salah satu sumber panas utama di dalam Bumi, yang memicu konveksi dan pergeseran benua.
Karena kepadatannya tinggi, uranium juga digunakan sebagai pemberat pada kapal dan komponen pesawat, serta sebagai pelindung radiasi.
Baca tanpa iklan