AS Sergap Tanker M/T Tifani di Samudra Hindia, Diduga Selundupkan Minyak Mentah Iran
AS menyergap tanker M/T Tifani bermuatan minyak Iran di Samudra Hindia, memicu ketegangan baru di tengah rapuhnya gencatan senjata.
Penulis:
Andari Wulan Nugrahani
Editor:
Tiara Shelavie
Ringkasan Berita:
- Pasukan AS menahan kapal tanker M/T Tifani yang membawa minyak Iran di Samudra Hindia.
- Langkah ini dilakukan saat gencatan senjata rapuh dan negosiasi terancam gagal.
- Iran mengecam aksi tersebut sebagai pelanggaran serius dan ancam balasan.
TRIBUNNEWS.COM - Pasukan Amerika Serikat (AS) menyergap kapal tanker minyak M/T Tifani di Samudra Hindia yang diduga membawa sekitar 2 juta barel minyak mentah Iran.
Operasi ini terjadi di tengah ketegangan tinggi dan negosiasi gencatan senjata antara Washington dan Teheran yang berada di ambang kegagalan.
Al Jazeera melaporkan, Departemen Pertahanan AS menyatakan pasukannya melakukan intersepsi maritim terhadap kapal yang dikenai sanksi tersebut tanpa insiden.
“Semalam, pasukan AS melakukan kunjungan, pencegahan maritim, dan pemeriksaan terhadap kapal tanker M/T Tifani yang dikenai sanksi,” kata Pentagon.
Pentagon menegaskan operasi ini merupakan bagian dari upaya global untuk memutus jaringan ilegal yang mendukung ekspor minyak Iran.
“Perairan internasional bukan tempat berlindung bagi kapal yang dikenai sanksi,” tegas Pentagon dalam pernyataannya.
Menurut pejabat pertahanan AS yang dikutip Associated Press, kapal tersebut ditahan di Teluk Bengal, antara India dan Asia Tenggara, saat membawa minyak Iran.
Militer AS kini mempertimbangkan langkah lanjutan, termasuk kemungkinan menarik kapal tersebut ke Amerika Serikat atau menyerahkannya ke negara lain.
Tekanan Maritim AS Meluas
Langkah ini menandai eskalasi terbaru dalam strategi Washington untuk menekan jalur logistik Iran, terutama di sektor energi.
Pentagon menyebut operasi akan terus diperluas untuk mencegat kapal yang dianggap memberikan dukungan material kepada Teheran.
“AS akan melanjutkan upaya untuk mengganggu jaringan ilegal dan mencegat kapal yang mendukung Iran di mana pun mereka beroperasi,” lanjut pernyataan tersebut.
Data intelijen energi yang dikutip AFP menyebut kapal M/T Tifani memuat sekitar 2 juta barel minyak dari Pulau Kharg sebelum melewati Selat Hormuz.
Namun, Lloyd’s List Intelligence mencatat setidaknya 26 kapal dari “armada bayangan” Iran berhasil lolos dari blokade AS dalam beberapa hari terakhir.
Baca juga: Efek Domino Perang Iran, Eropa Terancam Kehabisan Bahan Bakar Jet, Persediaan Hanya Cukup 6 Minggu
Iran Murka, Gencatan Senjata Terancam
Iran mengecam keras penyergapan tersebut dan menyebutnya sebagai tindakan agresi di laut.
Baca tanpa iklan